Basic Metering & Exposure Compensation

Sabtufutu

Heyhoo.. Balik lagi di #SabtuFutu yang telat posting karena ketiduran abis ngelonin ioo *penting bgt ya di umumin hehhee piss piss..
Maaf juga ya temen-temen sabtu lalu saya absen #SabtuFutu karena kegiatan touring ( bisa mampir kesini ya )
Pada awa bikin tema sabtu foto, ada yang pernah minta tulisan seputar metering, setelah semedi sekian lamanya maka akhirnya bisa bikin juga ?

Pada kamera digital,  seringkali kita dimudahkan dengan kehadiran mode otomatis yang berfungsi menyesuaikan settingan kecerahan gambar sesuau dengan kondisi pemotreran. Walaupun seringkali sistem  ini bekerja dengan baik mendeteksi kondisi cahaya dengan baik,  tetapi kadang hasil yang didapatkan tidak sesuai harapan.  Seringkali hasil yang didapat kurang terang,  atau malah terlalu terang.

Sistem kamera modern menentukan kondisi pencahayaan pada suatu kondisi pemotreran dengan bantuan sensor yang ada di dalam kamera.  Tidak seperti sistem kamera yang lebih oldschool dimana biasanya untuk mengecek kondisi cahaya digunakan peralatan tambahan yang biasa disebut lightmeter ( bentuknya kaya flash ) ataupun ada pula kamera yang memiliki lightmeter di dalamnya,  tetapi tidak melakukan pengukuran melalui lensa,  melainkan dengan sensor yang biasa terletak di badan kamera.  Pengukuran pencahayaan ini disebut metering,  dan pada kamera-kamera yang melakukan metering melalui lensa, ada istilah kerennya  TTL alias through the Lens.

Kita tidak akan terlalu membahas metering dan TTL dulu untuk saat ini,  akan tetapi pada dasarnya kamera mempelajari kondisi pencahayaan suatu kondisi pemotretan dengan mengambil sample cahaya dari beberapa titik.  Biasanya kamera akan mengambil satu titik tengah,  dan beberapa titik di sekelilingnya lalu melakukan perhitungan rata-rata kondisi cahaya yang ada.  Sensor metering tengah ini seringkali mendapat prioritas lebih dibandingkan sensor lain di sekelilingnya karena objek foto biasanya berada di tengah Frame.

Apabila orang yang difoto menggunakan baju gelap misalnya, dan berada cukup dekat dengan kamera sehingga memenuhi sebagian besar frame, metering kamera sering tertipu sehingga foto yang dihasilkan menjadi terlalu terang karena kamera menggangap suasana pemotretan gelap.  Begitu pula sebaliknya.

kursus foto online -metering
Apa yang salah dengan foto ini ?

Tampak gelap bukan ?

Untuk mensiasati hal ini,  kita bisa melakukan koreksi dengan menggunakan exposure compensation.  Biasanya exposure compensation ini bergambar seperti penggaris dengan angka mulai dari – 2, – 1, 0,  1 dan 2 dengan garis pointer di tengah2.

metering
metering

Jika pointer ini digeser ke kanan,  maka foto akan lebih terang,  jika ke kiri,  foto akan lebih gelap.  Di kamera dslr menggeser pointer ini dilakukan dengan menahan tombol  +/- sambil memutar dial. Untuk jenis kamera lain biasanya ada tombol sejenis atau bisa diakses melalui menu

Metering
Metering

Berikut ini kita lihat ya bagaimana metering dan exposure berpengaruh terhadap sebuah foto :

kursus foto online
Low Exposure – Metering -2
kursus foto online -metering
Exposure nya masih tampak agak gelap – Metering di angka 0
kursus foto online -metering
Exposure nya pas, metering di angka +2

Nampak jelas bukan bagaimana metering berpengaruh pada exposure.
Sedikit cerita saat saya motret mba Efi, ada beberapa foto yang gelap *maaf ya mbak. Entah gimana saya bisa tiba-tiba ga mikirin soal metering, jadi yang saya naikan terus adalah ISO nya. ISO nya saat itu bisa sampai 800 pada kondisi foto siang menjelang sore dan masih sangat terang. Setelah dapet pencerahan dari papi, ternyata katanya kenapa saya tidak memainkan meteringnya ? *pih aku takut si metering sakit hati aku permainkan —- drama—

Ternyata bener, ISO nya saya turunkan jadi 200, meteringnya +1 sampai +2 fotonya jadi terang. Tidak bisa dipungkiri bukan kalau kita lebih suka lihat foto yang terang bukan ? Terang yang pas tentunya bukan yang over.

Jadi sekarang saya udah berani memainkan si metering ini, agar dapat exposure yang diinginkan.

Salam jepret,

 

Yasinta Astuti

 

9 thoughts on “Basic Metering & Exposure Compensation

  1. Masih suka bingung pas ngatur ISO sama Exposure, Mbak. Mungkin memang masih belum biasa aja megang kamera SLR ya, hehe. Tapi pas baca ini jadi semakin paham, makasi ya Mbak udah mau ditulis di blog 🙂

    1. ISO mah di mulai dari yang paling kecil aja mak hehehe
      Kalau gelap coba mainkan exposure, kalau terangnya sudah oke tapi gambarnya jadi goyang bisa dicoba iso nya di naikin
      begitupun sebaliknya, makasih mak udah mampir..
      salam futu-futu

  2. tx infonya mba… kmrn itu aku sampe ikutan private blajar kamera di infofotograhis, sehari doang… diajarin semua fungsi tombol2 kamera, tp utk metering dia ga ajarin krn katanya blm prlu -__-.. dari sini malah jd tau 🙂

    1. Hihi sehari mah emang ga cukup mungkin ya mbak..
      Biasanya emg bagian kamera ini dibahas termasuk tombol AF atau M tapi tetep aja kalau kepotong jadi bingung makenya * saya pun pernah begitu
      Sering-sering mampir ya mak kita sharing hehhe

  3. hihihi, akhirnya requestku dipenuhi juga 😀

    Kalau sudah paham metering dan segitiga ISO-shutter speed-aperture bakal mudah untuk “mengendalikan” pencahayaan pada foto. Satu yg aku pelajari bahwa hasil pengukuran cahaya dari metering kamera itu tidak selalu benar. Makanya ada yg disebut kompensasi eksposur.

    1. Mas mawi maaf ya baru dipenuhi hehhee piss
      Iya betul saya setuju emang hasil pengukurannya ga selalu benar, yang benar mah kalau pake feeling *halaaah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *