Setiap Anak Itu Jenius, Setiap Anak Itu Istimewa

happy club, parenting, blogger

Sesuai judulnya, post kali ini saya mau cerita tentang iioo juga anak – anak lain di sekitar saya yang semuanya istimewa. Ini benar sekali, dan kejadian pernah dianggap punya anak ” aneh ” adalah hal yang sampai saat ini masih berbekas, yang membuat saya tidak pernah ingin menghakimi ” kok anak kamu begini, iioo tidak ” diganti menjadi ” hebat ya anak kamu mah, jagoan ” dsb. Karena saya tidak mau ada orangtua merasakan perasaan tidak enak hanya karena satu kalimat, karena saya sungguh percaya setiap anak itu istimewa, dengan cara mereka.

Setiap Anak Itu Jenius, Setiap Anak Itu Istimewa

happy club, parenting, blogger
Saya pernah cerita tentang iioo dengan ” keistimewaanya ” dan saya menerima dan bangga atas hal tersebut. Dan saya yakin setiap anak di luar sana punya istimewa dengan caranya, jenius dengan cara pemikirannya. Yang harus lebih ditekankan padanya adalah tata titi budi nya. Saya pernah berbincang dengan seseorang, yang memiliki anak dengan tingkat kecerdasan jauh di atas rata-rata, pinternya ga ketulungan yang baca jurnal ilmiah dan buku cuma dibuka doang dalam berapa detik langsung nempel di otak kaya mesin fotocopy. Lantas saya bertanya, bagaimana kok bisa anak Bapak sepintar itu ? Beliau menjawab ” Itu anugerah yang di optimalkan dengan cara manusia, dan tidak begitu penting sebenarnya tingkat kecerdasan seseorang, yang penting adalah attitude, etika si anak yang ditanam sejak kecil, yang penting adalah kita tahu sisi mana kecerdasan anak yang bisa dimaksimalkan. Kalau 2 hal ini kita dapat, mudah sekali mendidik anak. Dia punya attitude baik serta mengenali sisi kecerdasan yang paling kuat dalam dirinya ” mendengar itu, saya jadi berasa punya banyak PR.

Lalu bagaimana cara mengetahui kecerdasan anak ?

Banyak hal tentunya, dalam kehidupan sehari – hari saja sepertinya bisa terlihat. Minat setiap anak sudah pasti berbeda, itu sebabnya tidak adil dikatakan bodoh jika ada anak tidak pintar matematika tapi excellent dalam olahraga, tidak pandai rumus fisika tapi luar biasa dalam berbahasa. Atau sebaliknya. Setiap orang pasti expert dan unggul dalam suatu bidang, mungkin kita yang belum tau, mungkin kita yang belum menemukan.

Happy Club

happy club, parenting, blogger
iioo at Happy Club

Datang diundang pada pembukaan tempat main dan belajar di kawasan Mekarwangi – Cibaduyut, lebih tepatnya di area d’Fun Station. Di sambut baik sekali dan menuju area bermain yang dipisah berdasarkan ย usianya, 2-4 tahun dan 4-6 tahun yang terdiri dari 9 permainan berbeda. Mulai dari menari mengikuti instruksi, bermain balok kayu dan menunjuk – nunjuk gambar, bermain puzzle, dan yang lainnya.

Setiap selesai menyelesaikan permainan, kaka pengajar memberikan bulu yang akan di sematkan di ikat kepala. Semua anak diharapkan mengumpulkan bulu dengan berbagai warna dan nanti bisa mendapatkan hadiah. Duduk dan memilih – milih kartu saja memang bukan iioo, jadi di area 2 4 tahun iioo hanya bertahan 15 menit saja. Di area rancang bangun blok kayu, dan puzzle. Setelah selesai menyelesaikan gambar sesuai kaka pengajar iioo lantas kebosanan, jadi saya meminta izin untuk berpindah ke area 4 -6 tahun. Karena di sana memang lebih interaktif dan terdapat wahana turun naik seperti playland.

Wajahnya langsung sumringah, ikut menebak cuaca, alat musik dan rambu. That’s my boy !
Inilah kecerdasan iioo sebenarnya, ya mungkin karena tipe kinestetik juga ya. Berbinar sekali matanya, senyum mengembang tiada henti, naik turun sampe cape liatnya. Untung yang nemeninnya papi haha, saya di bawah aja motoin.
Setelah puas main, kami menyempatkan untuk mengunjungi kelasnya. Nah inilah salah satu keunggulan Happy Club, orangtua bisa berkonsultasi langsung pada psikolog untuk berbincang seputar anak serta tumbuh kembangnya, memunculkan sisi terbaik si anak.

happy club, parenting, blogger
Happy nya di sini, area manjat naik turun *mangat papii

Happy Club memiliki kelas happy tribe yang dirancang khusus untuk menstimulasi 9 potensi kecerdasan majemuk diantaranya : Visual spasial, naturalis, logika, musical, spiritual, interpersonal, kinestetik, linguistik, dan intrapersonal yang tentu saja bisa diasah dan pada akhirnya memunculkan kecenderungan potensi kecerdasannya lebih unggul di mana.
Selain happy tribe tadi, ada juga happy finger yang digunakan untuk analisa bakat, minat, dan karakter anak. Bahkan happy finger ini bisa dijadikan landasan untuk mengetahui gaya belajar dan landasan motivasi. Agar lebih tepat dalam prosesnya, tak lupa faslitas konsultasi langsung pada psikolog yang tentu sangat membantu orangtua.

Setiap minggunya, Happy Club ini menggelar kelas happy tribe dengan berbagai tema. Saya suka kepoin ig nya hehe dan kalau mau ikutan bisa langsung daftar aja.
Pas kemarin masuk kelasnya nyaman banget deh rasanya, jangankan anaknya ini mah orangtuanya juga betah hehehe.

Senang rasanya ada tempat kaya Happy Club ini, ini bukan sekolah sih. Lebih ke mitra sekolah dan pembentukan karakter anak. Saya pribadi mupeng pengen happy finger iioo di sini dan nyoba happy tribe hari minggu nya.
Kesana yuk bareng !

Btw kalau mau kepoin instagramnya ada nih di @happyclub.id dan kalau mau tanya – tanya langsung kita boleh telp dan Wa ke : 081394380935

Well said, ” No kids is unsmart. Every kid’s genius at something. Our job is to find it. And then encourage it. ” – Robin S. Sharma

Xoxo,

yasinyasintha.com

16 thoughts on “Setiap Anak Itu Jenius, Setiap Anak Itu Istimewa

  1. Iiih tempatnya bagusss, langsung penasaran… Pas liat cibaduyut, yaaah harus ke Bandung dulu ngga bisa langsung cus hihihihi… Next time ke Bandung pengen nyobain ngajak Raya kesini aaah ๐Ÿ˜€

  2. Mbetahin banget ni mbak buat anak2.. Coba deket..tak samperin ngajak anak2 mba…

    Btw, Io kayak sulungku mba.. Kinestetik. Gerak mlulu. Dalam posisi diampun..pasti ada yang gerak, entah tangan, ato kaki.

    1. Toss kita mbak, dia emang energik kaya emaknya wkwkwk engga deng emaknya mah pecicilan kadang mager kadang :p

  3. Yaaaaa kenapa jauh banget di bandung :D. Padahl udh niat mau bawa fylly ksana.. Tempat begini nih yg cocok jg utk dia :p. Aku baca ini agak kesentil juga mba. Krn slama ini sesekali msh suka ngebandingin anakku yg pertama ama adekny.. Pdhl udh tau msg anak beda -_-

  4. Rinduuuu tempat main kayak gini Teh. Kapan ya di Palopo ada, hahaha.
    Setuju banget bahwa yang terpenting adalah attitude. Karena mau secerdas apapun kalau tata kramanya nggak ada, akan sulit diterima dan disayang oleh sekitarnya. Dan btw suka banget banget sama quote terakhirnya. Ijin copas ya Teh :*

  5. aaarrrgghhhhh hampir ikutan acara di happyclub, sayang ada halangan. seru ih, ta. hayuk atuh ke sana lagi yuk barengan euy sama nabil juga nih

  6. Aku pernah mewawancarai seorang ibu yang memiliki seorang anak dengan kebutuhan khusus. Anaknya mandiri, pintar, jago masak, dan hal terakhir yang dia lakukan, satu minggu sebelum wawancara adalah, Umrah seorang diri. anaknya enggak rewel, enggak gampang crunky, karena dia sadar perginya sendirian (ikut rombongan)

    Sewaktu aku tanya apa rahasianya, dia cuma bilang bahwa kayak bagaimana pun bentukan seorang anak, mereka mendengar apa yang dibilang oleh orangtuanya, walaupun mimiknya kayak tidak memerhatikan omongan ibu atau bapaknya. dan ibu itu selalu memberi kepercayaan lebih ke anaknya, serta membiarkan anak itu selayaknya anak-anak normal lainnya. Hal paling penting yang diajarkan pertama kali adalah attitude dan agama. Ia selalu mengingatkan anaknya, meski ibu atau ayahnya tak berada di sampingnya, tapi selalu ingat bahwa Allah selalu menjaganya.

    semangat terus, Mbak.

    1. Nah itu yang penting emang attitude – attitude – attitude.
      Btw anaknya umur diizinkan umroh seorang diri, ya walaupun ada rombongan tetep ya pasti waswas kayanya hehee

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *