Melukis Celengan Ayam di Bale Seni Barli, Padalarang

galeri seni barli padalarang

Yasinyasintha.com – Siapa sangka ikut outing class sama anak can be so fun! Ga cuma anak-anak yang happy, tapi juga jadi keseruan tersendiri bagi emaknya. Utamanya, jadi tau bagaimana sikap di luar rumah hehe sekaligus sarana bonding juga. Outing class Vira kali ini membawa kami ke Bale Seni Barli di Kota Baru Parahyangan.

Dari Naik Angkota Hingga Naik Kereta

naik kereta menuju padalarang dari stasiun Bandung
Tuuuut tuuutt naik kereta api

Saya tertawa geli karena Vira terheran-heran dengan angkot. Itu terjadi awal Desember lalu saat saya membawa Vira turut bekerja dan pulangnya naik angkot. Memang, baru berani kali ini membawa anak naik angkutan umum lagi setelah pandemi melanda. Saya yakin banyak juga yang begitu.

Tanggal telah ditetapkan, beserta dengan besaran biaya. Tujuannya adalah Bale Seni Barli Kota Baru Parahyangan, rupanya bukan tanpa tujuan. Pihak sekolah Vira (Sekober) mengajak anak naik angkutan umum juga berupa angkot dan kereta api. Baru pengumuman saja, udah pasti ga mau sampe terlewat, bahkan Mas Vio ingin turut ikut juga ke outing class dan memutuskan izin ke sekolah berhubung tinggal pembagian raport saja. Saya? ikut dong tentu.

Pagi sekali kami sudah bersiap, bahkan dari sehari sebelumnya menyiapkan perbekalan. Dan ya, pagi – pagi sudah berkumpul demi naik angkot yang sudah disediakan pihak sekolah, tujuannya adalah Stasiun KAI Bandung untuk naik kereta dengan tujuan Padalarang.

Baca juga : Semalam di Hotel Grand Preanger 

kereta api ekonomi bandung
Kereta api ekonomi, Bandung – Padalarang 5 ribu saja, dan nyaman sekali

Di sini saja, dua bocil ini sudah excited. Ini kali pertama Vira ke stasiun, dan kedua kali bagi Vio tapi terasa seperti pertama kali katanya, berhubung mas Vio tak begitu ingat saat diajak naik kereta dahulu. Setelah kegiatan pemanasan dari kakak-kakak Edu Train, kami dipersilakan untuk masuk stasiun. Fyi, bukan hanya sekolah Vira saja melainkan banyak juga dari sekolah lain juga di kegiatan ini. Setelah naik dan turun eskalator dan mengantre, akhirnya kami masuk kereta.

Jeesss.. Jesss… Jesss…. kereta mulai bergerak. Vira dan Vio berebut melihat jendela, melihat jalanan yang perlahan dilewati, kala kereta api bertambah cepat, bertambah juga senyum, tawa dan binar matanya. Di sini saya tau, keduanya bahagia sekali.

Bale Seni Barli

tempat anak belajar seni di bale seni barli
Ngantri masuk nih Bale Seni Barli

Tidak mudah untuk mencapai Bale Seni Barli. Dari stasiun Padalarang, kami kembali naik angkot carteran yang sudah disiapkan oleh sekolah menuju Kota Baru Parahyangan di mana Bale Seni Barli yang menjadi tujuan kami berada. Beruntung memang pihak sekolah ini begitu gercep menyiapkan semuanya, cuaca kota Padalarang yang cukup menyengat membuat membuat beberapa anak mulai terlihat rewel, beruntung jalanan tak begitu macet sehingga ketika sampai dan cuaca berangsur sejuk, semangat anak-anak kembali.

Setelah baris dengan rapi, kami dipersilakan masuk. Gedung Bale Seni Barli ini begitu bersih dan asri dengan pepohonan dan area lapangan di tengah yang luas. Sepintas, mirip sekali dengan sekolah dan memang mengingatkan saya kepada sekolah SMP masa dulu. Anak-anak diajak masuk ke sebuah ruangan semi outdoor dan di sana telah disiapkan meja dan kursi serta celengan ayam yang terbuat dari tanah liat.

Bale Seni Barli Kota Baru Parahyangan

galeri seni barli padalarang
Bale Seni Barli

Dilansir dari websitenya, Bale Seni Barli merupakan wadah pembinaan seni non formal yang telah ada sejak april 2002 lalu besutan Barli Sasmitawinata (1921-2007) yang merupakan Maestro Lukis Indonesia.

Berdirinya Bale Seni Barli ditandai dengan pemecahan rekot MURI dalam memprakarsai kegiatan melukis di atas kanvas sepanjang 100 meter tanpa terputus, oleh 100 orang wanita pelukis Indonesia dalam tempo 100 menit.

Bale Seni memiliki misi dalam memberikan pembinaan karakter individual yang kreatif melalui aktivitas seni dengan tujuan untuk membantu menyeimbangkan kemampuan otak kiri dan otak kanan sehingga kelak diharapkan mampu menjadi insan yang berguna bagi nusa dan bangsa. Bale Seni Barli menyelenggarakan berbagai program pembinaanseni seperti: Seni Rupa, Seni Musik, Seni Tari, Keramik, Wisata Seni, dan Pelatihan Seni bagi guru-guru.

Melukis Celengan Ayam di Bale Seni Barli

kegiatan di bale seni barliDipandu oleh kakak-kakak nan baik hati, anak-anak diberikan kuas dan palet serta cat untuk digunakan menghias ayam. Saya suka pada bagian bahwa anak-anak boleh mewarnai sesuai kreasinya sendiri celengan ayam mereka, bahkan boleh jika si ayam jadi rainbow chicken, hehe. Semua tersenyum, termasuk para orang tua yang mendengarkan.

Menurut saya, memang ada kalanya anak-anak dibiarkan saja imajinasinya. Tak perlu terlalu dibatasi kalau soal kreasi, apalagi barang dengan nilai seni. Dalam hal seni, ayam tak selalu harus memiliki warna merah, hitam atau coklat. Para orang tua dipersilakan untuk menunggu di area terpisah, ini dilakukan agar anak-anak dapat fokus dan mandiri.

anak belajar seni di bale seni barli
Saya berdiri di ujung meja, memperhatikan Yaya yang sedang konsentrasi mewarnai celengannya

Bolak balik mengintip Vira dan Vio. Keduanya begitu fokus melukis si ayam, dibantu oleh Ibu guru, anak-anak di minta untuk menuliskan nama di bagian bawah celengan dengan maksud agar tak sampai tertukar nantinya. Dan celengannya boleh dibawa pulang.

melukis celengan ayam di bale seni barli
Ternyata ayam boleh ya mami warnanya biru, begitu kata yaya sambil tertawa bahagia

Setelah selesai, anak – anak diberikan waktu untuk bermain, snacking time juga cuci tangan. Terdapat beberapa wahana bermain seperti perosotan dan ayunan. Area lapangan di tengah ini juga cukup luas buat anak-anak bisa berlarian. Dunia anak-anak begitu ringan dan menyenangkan, dan melihatnya membuat hati menghangat.

Main Angklung di Bale Seni Barli

main angklung di bale seni barli
Sessi belajar angklung yang interaktif di Bale Seni Barli

Masih ada satu sessi lagi ternyata yakni bermain angklung. Kami berpindah lokasi ke ruangan sebrang. Segera duduk bersila rapi, anak-anak di bagian depan sementara orang tua di bagian paling belakang dan teras luar. Sebelumnya, Vira dan Vio pernah bermain angklung di Saung Angklung Udjo saat itu, meskipun alat musiknya sama tapi jadi pengalaman tersendiri. Apalagi saat datang ke sini, sebagian besar anak-anak dengan rentang usia yang relatif sama sehingga praktek pilihan lagu dipilihkan yang lebih kids friendly, hehe.

Selain bermain angklung bersama, anak-anak diajak untuk menebak lagu dengan hadiah berupa voucher untuk potongan belanja di toko souvenir. Mas Vio rupanya anak yang berani, dia mengacungkan tangan dan menjawab pertanyaan serta membawa pulang 2 voucher. Good job boy! Anak-anak juga diajak untuk bernyanyi bersama-sama.

Rangkaian acara selesai, sebelum pulang kami sempat makan siang dulu. Anak-anak begitu lahap menyantap gimbap yang sudah disiapkan oleh catering sekolah. Lapar tentu saja, setelah melewati perjalanan dan mengikuti aktivitas.

souvenir shop di Bale Seni Barli
Souvenir Corner di Bale Seni Barli

Oya untuk fasilitas cukup lengkap. Terdapat toilet pria dan wanita yang dibuat terpisah, ada satu gerobak yang menjual makanan dan minuman ringan, serta toko souvenir di pintu masuk dan keluar yang menjual pernak-pernik khas Bale Seni Barli, seperti mainan anak, gelang-gelang, serta hiasan-hiasan juga jepit anak.

mengedit dengan preset ligthroom
See before and after the photo

Penutup

Ga nyangka outing class can be so fun. Dari sekian kali banyaknya outing, jujur baru kali ini aja ikut karena waktunya yang kurang cocok. Terlebih kalau di sekolah mas Vio dulu, orang tua tidak disarankan untuk ikut, jadi makin kuat saja alasan saya untuk absen.

Bale Seni Barli juga ternyata merupakan pilihan yang cocok untuk kegiatan mengasah seni anak. mengintip websitenya harga paket ini cukup terjangkau start Rp. 45.000 saja untuk harga paket kunjungannya.

harga paket tour bale seni barli padalarang
Harga paket tour Bale Seni Barli – Sumber:  balesenibarli.com/package-tour

Selepas kegiatan ini, kami bersiap menempuh perjalanan pulang. Dengan angkot dan kereta menuju rumah. Terima kasih Sekober, sekolah Vira untuk mengadakan kegiatan outing yang menyenangkan. Ini jadi kali pertama Vira naik kereta dan mengunjungi bale seni dan melukis celengan ayam.

Kami membawa hasil karyanya sampai rumah, setiap menerima koin anak-anak semangat menabung, katanya ngasih makan ayam. Good job!

Gimana nih, tertarik ke Bale Seni Barli juga?

yasinta astuti adalah seorang blogger dan fotografer asal bandung yang memiliki blog yasinyasintha.com

 

 

 

 

2 thoughts on “Melukis Celengan Ayam di Bale Seni Barli, Padalarang

  1. Waah, seruuu…!
    Jadi inget waktu anak-anak masih di SD, kalau ada acara outing class yang paling riweuh itu emak-emaknya hahaha…
    Emaknya gak mau ketinggalan, tetap semangat ikut. Padahal di lokasi tujuan gak boleh dekat dengan anak-anaknya, akhirnya emak-emak bikin acara sendiri 😀

  2. Waaa kemarin pas ke Bandung nggak sempet ke KoBar Parahiyangan euy padahal bisa sekalian belanja blanji ke IKE* ya hahaha dasar mamak doyan blanja. seru banget nih kegiatan mas Vio dan Yaya bareng temen-temen ke Bale Seni Barli ya…
    aku kalau ke Bandung selalu terburu-buru waktunya sih, palingan cuma ke Lembang sama seputaran kota aja.

    Next time semoga bisa berkunjung lagi ke Bandung dan lebih nyantai. Pengen juga wisata edukasi ke sini sama anak-anak. Sekalian mit ap sama mba Sinta tentunya. Hehe… sehat selalu ya Mas Vio, Yaya,Mami sama Papi…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.