Baik dan benar, sepintas seperti hal yang sama. Tapi sebetulnya adalah hal yang jelas berbeda. Mana sebenarnya yang tepat ? Menjadi baik atau menjadi benar ?
Hari ini saya tertohok sendiri, seperti ditikam didada kiri. Sakit sekali.
Izinkan saya bercerita sekali, dua kali saat perih hati ini. Sehingga kemudian ada seseorang atau segelintir orang yang kemudian mengerti dan mau mampir singgah. Saling mengerti, saling menghibur. Bukan hanya sekali atau dua kali, tapi setiap kali saat satu sama lain tersedot dalam kehidupan yang seringkali menyakiti. Kita akan saling menguatkan dan menjadi penghiburan.
*lanjut ceritaaa yang diatas itu mah jeritan hati :p
Saya jelas sekali ingin menjadi baik dan benar dalam sekali waktu yang bersamaan. Cerita ini tentang sebuah pengkhianatan, yang datang dari seorang teman yang saya kenal sekali bagaimana kehidupannya, masa lalunya dan sedikit kesulitannya. Saya tak menyalahkan dia untuk sakit hati yang saat ini saya alami, mungkin saya lah yang salah. Mungkin saya kurang baik dan bukan orang yang benar, makanya saya mengalami ini.
Teman saya ini datang dengan banyak keluhan. Tentang kehidupannya, tentang masa lalunya, masa lalu suaminya, masa lalu temannya, pekerjaannya, pekerjaan suaminya, tempat tinggalnya, tempat tinggal orang tuanya, tempat tinggal temannya dan sekelumit orang yang ada disekelilingnya. Saya tau, tak ada kebenaran untuk itu saya hanya dari cerita tentunya.
Seringkali ia menyerah, ia patah dan merasa kalah. Saya ini, ingin sekali menjadi teman yang baik dan benar dalam waktu bersamaan. Menggugah ia untuk bangun dan berjuang. Saya ceritakan banyak hal yang bisa menghiburnya *saya tidak pernah tau itu membantu tapi semoga ia benar-benar terhibur. Saya ceritakan banyak hal termasuk ide – ide pekerjaan dan hal yang ingin saya lakukan. Tak ada kecurigaan atau apapun. Ia teman saya.
Selama hampir 3 tahun saya berteman. hampir setiap hari bercerita. Tentang banyak hal tentunya. Hingga suatu hari 2-3 bulan ia menghilang, tak ada kontak apapun. Saya khawatir, khawatir sekali. Khawatir ia sedih, tak punya penghiburan, atau merasa tak enak jika mengeluh seperti biasanya. Dan kemudian menggunakan seluruh kemampuan kepo saya, saya menemukannya..
Guess what ?! *ini bagian sedihnya :
Dia menjalankan seluruh ide yang pernah saya bilang kepadanya. Ia menjalankannya persis seperti apa yang pernah saya katakan. Ia melakukan hal dan pekerjaan persis seperti yang saya pernah bilang kepadanya. Dan ia tak pernah sekalipun bilang, atau sekedar meminta izin. Huh.. Sakitnya itu disini *megang kepala e salaaah.. Tapi sudahlah saya tak menyalahkannya, ini murni kesalahan saya yang kurang mampu menjaga lisan atau mungkin saya sedang mendapat teguran. Benar kata ibu saya :
” Semakin kamu banyak bicara semakin banyak kesalahan “
Diluar itu saya mendapati ia berkata buruk tentang saya.. ahh saya tau saya memang bukan siapa-siapa. Tak apa ia berkata buruk untuk menjatuhkan, pada kenyataannya sesuatu yang memang sudah buruk tak perlu bantuan kita untuk jatuh, itu semua hanya soal waktu. Saya makin tau sekarang apa arti menjadi baik dan benar. Hampir sangat sulit menjadi keduanya dalam waktu yang bersamaan. Ibarat kata ada jalan menanjak dan terjal, seorang teman yang baik mungkin akan rela menggendongmu, namun teman yang benar akan memegang tanganmu atau bahkan menjadi pijakan agar bisa mencapai puncak bersama.
Atau ketika kamu menginginkan sesuatu, teman yang baik akan membelikannya untukmu. Tapi dia yang benar temanmu akan mencari tahu apa sebenarnya kamu butuhkan. Atau saat kamu putus asa, teman yang baik akan menghiburmu agar kamu lupa, sedang ia yang benar temanmu akan menjagamu menjejak bumi, menerima kenyataan, bangkit untuk hidup dan berdamai dengan diri sendiri. Sayangnya dari sekian perumpamaan saya dijadikannya pijakan lalu di dorong jatuh.
Hmmm.. Dia tidak tahu saja saya akan bangkit sebanyak yang dibutuhkan untuk tetap survive.*Huahahhahaha tertawa penuh kemenangan..
Sakit hati, kesal, marah , kecewa tentu saja ada. Tapi saya tidak benci atau dendam, ini adalah titik balik penyadaran atas kesalahan saya. Kurangi bicara mungkin untuk orang yang dirasa hanya “ friends with benefits “. Saya punya segalanya untuk tetap berdiri. Ibu saya pernah bilang ” Kamu dihina dan dicerca, tetaplah berkata baik. Kebaikanmu hari ini dilupakan orang keesokan harinya, walau begitu tetaplah menjadi baik. Tetaplah berjalan dengan benar ”
Yes mom !! Saya sudah mengerti itu. Jauh hari sebelum ini mungkin saya kurang baik dan benar belakangan ini makanya saya mengalami hal ini. Dan semoga dia, teman saya ini semoga ia pada akhirnya tau cara menghargai atau mungkin sekedar bilang permisi.
Dari keseluruhan peristiwa ini. Bukan karena ia mencuri ide saya, bukan karena ia menjalankan sesuatu yang menjadi buah pemikiran saya, bukan karena ia tak mengajak saya turut serta. Bukan sama sekali bukan.. Bagian yang menyakitkannya adalah, saya kira kami berteman…
Ada teman yang memelukmu erat, agar pisaunya menancap lebih dalam

diambil hikmahnya aja Mak…
berarti ide-ide Mak bagus, bisa diaplikasikan, doakan saja dia sukses dgn apa yang ia kerjakan.
sementara itu, saatnya Mak memikirkan ide-ide baru yang lebih cetar membahana untuk dijalankan sendiri 😉
Wehehhee ide bagus mak.. Terimakasih banyak ya mak Sinta..
Harus putar otak biar jadi cetar membahana badai ulala ya ehhehe
Semoga menjadi ladang amal untukmu, mak. Semangaaaat. 🙂
Amiiin mak.. Semoga ya..
Tuhan kan tidak pernah tidur yaa.. Terimakasih mak SInta, salam kenal
baik dan benar memang hampir berdekatan, tak selamanya saat kita baik dan menganngapnya teman maka dia akan memperlakukan kita juga sebagai teman, namun setidaknya kita sudah menjadi teman yg baik baginya…ikhlas :), memang sakitnya tuh di sini..eh salam kenal mba
Iya mak semua ada hikmahnya dan saya jadi banyak belajar lagi. Terima kasih ya sudah mampi, salam kenal juga 🙂
Kalimat terakhirnya ngejleb bgt ….
Memang kita harus lebih waspada karena pd yg paling dipercayapun, penghianatan atau contek mencontek ide bisnis bisa saja kejadian
Iya bener mak Nita.. COntek mencontek sih udah biasa tapi kalau ngambil 100% itu looh..
Tapi gpp kalau kata lagu ” akurapopo ” ahahha
Sabar ya mbak. memang ada kalanya kita tidak perlu banyak bicara dg teman (yg kita anggap teman)
Karena endingnya malah menyakitkan, berkhianat, bahkan mencuri ide-ide kita dan berkata tidak-tidak di luar sana.
Semangat ya mom
Terima kasih ya mbak Mei… Semangaaat selalu doong hihi
” Kamu dihina dan dicerca, tetaplah berkata baik. Kebaikanmu hari ini dilupakan orang keesokan harinya, walau begitu tetaplah menjadi baik. Tetaplah berjalan dengan benar ”
semoga saya juga bisa menerapkan nasehat ibu mbak yasinta,amin.. 🙂
Amin Amin mak Irawati, sayapun masih belajar hehhe