Membangun Empati Bersama PMI

OMI

Saya percaya tidak ada satupun hal dalam kehidupan yang tumbuh begitu saja, butuh waktu untuk membangunnya. Pun rasa empati atau kepedulian. Perlu waktu, situasi dan perasaan serta pemahaman yang dalam melihat sesuatu sehingga bisa menumbuhkan sebuah rasa yang indah, bernama peduli.

PMI namanya, gembor menyuarakan kepedulian untuk sesama. Tak pandang bulu, tak pandang agama, tak pandang usia. Bagi PMI atau dalam tingkat dunia adalah Red Cross memandang semua manusia sama rata.
Saya mengenal PMI sejak kecil, saat dalam berbagai media dan berita menyuarakan bantuan dan dalam cerita atau film dokumenter tentang perang, PMI atau Red Cross ini berdiri diantaranya, tak memihak yang kuat. Mereka disana bukan untuk berkoalisi atau berkonspirasi, mereka disana berempati dan sigap menolong yang terluka.

Unik sudah cerita PMI ini bagi saya. Saat SMP melihat sebuah kegiatan ini berbasis kepedulian, PMR namanya. Atau Palang Merah Remaja adalah PMI yang beranggotakan anak sekolah.  Saya sering dan lama melihat kegiatan mereka dan ya memang butuh orang yang berdedikasi soal aktivitas ini, kegiatan menyebar kebaikan dan menumbuhkan kepedulian yang bagi banyak orang getol disuarakan, dipublikasikan dalam berbagai cara dan media, namun tak sedikit juga orang yang jiwa empati terkikis, bukan tak peduli hanya kurang membuka hati.

Dulu saya tahu PMI adalah wadah untuk pendonor darah dan resipien atau penerima donor darah. Tapi kini PMI berkembang jauh lebih besar, karena peduli itu luas tidak melulu dengan donor darah tentunya, seperti saya yang belum pernah menjadi pendonor. Bukan tidak mau, bahkan melihat darah saja saya terkadang lemas dan pingsan, menyedihkan memang karena sejatinya saya ingin sekali menjadi perawat *pathetic

Kembali pada masa SMP ketika saya merasa dekat sekali bersama PMR terlebih banyak teman saya bergabung di organisasi tersebut, saya bukan bagian dari mereka namun kembali, sering sekali saya berlama-lama melihat apa yang mereka lakukan, dengan sigap bertugas dalam kelompok dan juga sebagai individu yang bertanggung jawab kepada tugasnya. Dan demo dari PMR lah yang tak pernah saya lewatkan selama 3 tahun berturut-turut, meskipun demo yang ditampilkan selalu sama hanya penampilnya yang berbeda namun jelas sekali terlihat kalau organisasi ini tumbuh dan berkembang, dan tak jarang mendapat kunjungan sosialiasi PMI dari perwakilan PMI langsung. Saya tergugah karena memang perlu dedikasi tinggi untuk menjadi benar-benar peduli, tak aneh jika kini mereka yang dulu saya kenal mencintai organisasi ini sukses menjadi perawat, bidan dan tim medis. Rona kebahagiaan jelas nampak di wajah mereka. Yap, itu hal yang mereka cintai, yang kebetulan menjadi pekerjaan mereka, lebih dari sekedar profesi, mungkin sudah bagian dari jati diri.

PMI

Di bulan dana PMI ini, saya ingin menggugah kembali kepedulian terhadap sesama, yang mungkin saja lebih banyak kita abaikan saat ia sebenarnya mengetuk sudut hati mencari dibagian mana ia bisa berkecambah dan tumbuh membangun pribadi yang empati. PMI tidak melulu soal pendonoran darah, disudut negeri ini banyak sekali yang membutuhkan bantuan, entah dalam bentuk apapun setiap niat yang dibarengi dengan action selalu mampu meringankan penderitaan orang lain ditempat lain. Maka terpujilah mereka yang memiliki bangunan kuat kepribadian yang dibuat dengan fondasi kepedulian sesama.

Ayo peduli bantu sesama , membangun empati bersama PMI agar bertumbuh kokoh berkomitmen menolong sesama. Kita bisa jadi bagian dari setiap mereka yang tertolong dan survive. Dalam kondisi apapun, sadarilah mereka yang kesusahan adalah saudara kita yang layak kita bantu. Dan berikut saya informasikan untuk mampu membantu dan membuka mata agar peduli sesama dalam bentuk donasi yang bisa disalurkan melalui :

  • Bank BCA Kantor Cabang Utama Thamrin Nomo Rekening : 206-38-1794-5 atas nama PMI DKI JAKARTA Panitia Bulan Dana PMI Provinsi DKI Jakarta.
  • Bank MANDIRI Kantor Cabang Kramat Raya Nomor Rekening : 123-00-17091945 atas nama PMI DKI JAKARTA Panitia Bulan Dana PMI Provinsi DKI Jakarta.
  • Bank DKI Kantor Cabang Utama Juanda Nomor Rekening : 101-03-17094-7 atas nama PMI DKI JAKARTA Panitia Bulan Dana PMI Provinsi DKI Jkarta.

Sudah cukup kita hanya menonton, berkomentar atau menyalahkan. Ini saatnya bergerak, zaman telah bergulir tidak ada yang akan berubah jika kita tidak melakukan apapun karena takan ada sesuatu yang tumbuh atau berubah dengan sendirinya ( kecuali seizin tuhan ).

Mari peduli bantu sesama, saat mungkin kita disini lebih beruntung ketimbang mereka.

Salam,

Yasinta Astuti

7 thoughts on “Membangun Empati Bersama PMI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *