Bukan Wisata Biasa, Ini Wisata Hijau di Papua

ekowisata papua

Yasinyasintha.com – Ada hati yang patah membaca berita mengenai hutan di Kalimantan dan Sumatera yang kian habis. Dan kini jantung hutan kita ada di ujung timur Indonesia, di Papua. Alih-alih menyembunyikannya, saya bangga dan senang melihat justru Papua kian hadir dengan wisata yang tak biasa, wisata hijau namanya. Bikin kita penasaran dibuatnya.

Ekowisata dan Papua, Wisata Hijau yang Memukau

ekonusa papua
Sumber : econusa.id

Ekowisata sungguh berbeda dengan kegiatan pariwisata yang kita kenal pada umumnya. Karena ekowisata ini justru terbentuk akibat adanya dampak negatif yang ditimbulkan dari kegiatan pariwisata konvensional, terutama adanya kerusakan lingkungan, tercemarnya budaya lokal dan kurangnya kesadaran wisatawan.

Ekowisata sendiri berarti destinasi wisata dikelola oleh adat, masyarakat sekitar dengan penuh tanggung jawab.  Tak hanya itu, pengunjung diajak pula untuk menjaga, mengenali wisata secara lebih dalam, sehingga tak hanya sebagai hiburan semata, ekowisata akan mendorong pengunjung mendapatkan pembelajaran juga pendidikan sekaligus menggugah kesadaran mencintai lingkungan.

papua online gathering blogger
Papua online blogger gathering

Saya bersyukur terpilih menjadi salah satu peserta online blogger gathering bersama 30 blogger lainnya yang berasal dari berbagai daerah. Hari itu (7/8/20) kami memperkaya pengetahuan mengenai kekayaan dan kebudayaan Papua bersama CEO Econusa, Bapak Bustar Maitar, lalu ada Bapak Kristian Sauyai sebagai Ketua Asosiasi Homestay Raja Ampat, dan Mbak Alfa Ahoren sebagai perwakilan anak muda Papua.
Dari ketiga narasumber itu, saya dibuat semakin ingin menginjakan kaki di tanah Papua.

Saya juga pernah menuliskan tentang Papua di sini :
Papua, Suatu Hari Kita Akan Bersua 

Diselingi dengan pemutaran film pendek yang menggambarkan Hutan Malagufuk sebagai hutan dan hidup masyrakatnya berhasil membuat sudut mata saya basah. Betapa hutan dan bumi Papua indah tiada tara, tak hanya sebagai tempat tinggal semata, melainkan Ibu bagi semua penghuninya. Fauna eksotis, kebudayaan yang unik dan beragam, benar jika dikatakan Papua adalah surga kecil jatuh ke bumi.

Tak percaya indahnya hutan Malagufuk ? Maka tengok video ini dan tonton hingga habis :

Jika ditanya kenapa Papua, maka kita akan menemukan banyak sekali alasan mengapa wisata hijau Papua harus semakin didorong maju, yang pertama agar semakin banyak mata dunia tau jika hutan Indonesia adalah satu yang dari harapan dunia di tengah perubahan iklim ekstrem. Maka dengan membuka wisata hijau ini, diharapkan pemerintah dan seluruh lapisan masyarakat menyadari untuk melindungi hutan, khususnya tanah Papua. Sehingga akan terjagalah kelangsungan hutan di Papua.

Dalam sessi online gathering ini, saya mendapati pesan dari Bapak Bustar yang mengatakan “ Visit before dissapear “ lalu saya mendadak sedih dan tak rela, jika sampai kekayaan budaya dan keindahannya tak bisa dinikmati oleh generasi mendatang, sudah cukup banyak hutan dikorbankan. Papua jangan sampai hilang, seketika terasa sendu, padahal belum sampai kaki ini menginjak ke sana tapi hati saya sungguh sudah tertambat di sana.

wisata-ke-danau-sentani
Danau Sentani – Sumber Reddoorz

Cari saja mengenai destinasinya, tak hanya Raja Ampat saja. Ada danau Sentani yang indahnya bukan main, ada juga pegunungan Arfak yang di sana kita bisa melihat The Bird of Balerina. Ahh kan, membayangkannya saja kok udah terharu ya, segitu indahnya Papua. Semoga engkau lestari, wahai tanah Papua.

the bird of balerina
the bird of balerina – Sumber : birdingbird.com

Bapak Kristian sebagai Ketua Asosiasi Homestay Raja Ampat pun tak kalah membagikan pesan dan menceritakan bagaimana serunya jika kita ke Papua dan memilih homestay sebagai tempat beristirahat. Tak hanya suasananya yang berbeda, pengalamannya pun tentu akan menjadi pengalaman tak terlupakan karena dengan ini kita bisa semakin kenal dan dekat dengan kebudayaannya, keseharian masyarakat Papua. Disamping itu, hal ini turut membantu menggerakan perekonomian masyarakat Papua.

ekowisata papua
Ilustrasi Ekowisata – Sumber : Semarak.com

Bukan tanpa kendala tentunya mengembangkan wisata di Papua, dan keterbatasan bahasa adalah satu dari beberapa kendala yang dijumpai, tapi bukan orang Indonesia namanya jika tak menemukan cara. Disamping butuh dukungan pemerintah, gerakan – gerakan pemuda Papua semakin bisa terlihat, dan itu sungguh sesuatu yang sangat menggembirakan.

Mbak Alfa contohnya, yang aktif mempromosikan Papua sebagai wisata hijau Indonesia, jelas sekali tujuannya adalah agar semakin tergeraknya gerakan lestari hutan yang merupakan tanggung jawab semua masyarakat Indonesia, tak terkecuali anak muda. Mengenali dan punya rasa memiliki terhadap kebudayaan Indonesia khususnya Papua, dengan begitu akan tercipta rasa cinta kita pada tanah Papua, tanah  air Indonesia dengan segala jenis keberagamannya.

Dari ketiga narasumber di atas, setidaknya saya mendapatkan destinasi yang direkomendasikan juga. Untuk kemudian saya tuliskan pada bucket list saya yang dulu hanya tertulis Raja Ampat. Hmm apa saja ? Ini dia :

  • Pegunungan Arfak, terletak di Papua Barat yang wilayahnya asri, adat budaya yang kental. Di sini kita bisa menemukan burung pintar yang juga menjadi daya tarik tersendiri. Soal wisata budaya, rumah kaki seribu yang merupakan rumah tradisional Suku Arfak bisa juga dikunjungi.
  • Air Terjun Arfak, masih dari Papua Barat. Ada air terjun Arfak tak boleh terlewat untuk dikunjungi juga nih
  • Raja Ampat, ini ada dalam bucket list semua traveler, bahkan ibu-ibu seperti saya sekalipun ingin ke sana., hehe. Ahh membayangakan keindahannya aja bikin pengen nangis, bisa ke sana akan jadi pengalaman sekali seumur hidup yang tak habis diceritakan seumur hidup
  • Hutan Malagufuk, saya baru tau nama hutan ini saat pemutaran film pendek Econusa. Lalu tergugah oleh semua yang ada di sana, bagaimana masyarakat memperlakukan hutan seperti ibu sendiri, dan bagaimana hutan memberikan penghidupan bagi semua yang berada di sana membuat saya ingin sekali mengunjunginya. Semoga saja, aamiin.

Kopi Wamena, Hasil Bumi Papua yang Istimewa

econusa, blogger perempuan

Mengikuti online blogger gathering bersama Econusa untuk memperkaya diri dengan pengetahuan seputar Papua adalah satu hal, tapi mendapati kiriman kopi Wamena adalah satu kebahagiaan lain. Dari kemasan luarnya saja udah bikin jatuh cinta rasanya, saya pun tak sabar menikmatinya.

Kopi Papua Wamena yang saya bicarakan ini merupakan kopi berjenis Arabika yang berasal dari Kota Wamena, Lembah Baliem, Provinsi Papua. Perlu diketahui, bahwa Kopi Wamena merupakan kopi yang ditanam secara organik, tidak menggunakan pestisida dan senyawa kimia apapun. Itu sebabnya rasa kopi Papua Wamena punya rasa yang tergolong unik, ada sensasi floral di sana.

Soal aroma sih jangan ditanya, aroma harum menyeruak akan langsung terasa. Nuansa harumnya sendiri tercium cokelat, floral, body medium dan sweetness yang sedang, tingkat keasamannya pun rendah sehingga saya yang punya maag masih bisa menikmatinya. Flavor note yang cenderung earthy dengan sensasi herbal, aftertaste dari kopi Wamena ini terasa smokey. Unik sekali.

kopi papua, resep kopi rempah
Kopi Rempah, kreasi resep kopi Papua

Saya punya cara tersendiri menikmati kopi Wamena ini, disandingkan dengan rempah-rempah. Dan voila jadilah Kopi Wamena Rempah, kalian bisa mencobanya juga ini, begini resepnya :
– 3 SDM bubuk Kopi Wamena
– 4 jahe geprek
– 1 jari kayu manis
– 13 kapulaga hijau, geprek
– 1 batang serai, geprek
– Gula merah
– Air secukupnya
Cara membuat : Rebus air hingga mendidih, masukan kopi, jahe, kayu manis, kapulaga dan serai. Rebus sekitar 5 menit hingga tercium wanginya. Tambahkan gula merah, aduk hingga larut, tuang kopi sambil disaring

Ada rasa hangat di dada, menikmati kopi Wamena yang istimewa beda dari kopi biasanya. Angan saya tetap mengembara pada cuplikan – cuplikan film pendek dari Malagufuk juga foto – foto wisata Papua yang sering diam-diam saya nikmati dari layar monitor saat rehat bekerja. Suatu hari, saya akan kesana. Ke tempat dimana kopi Wamena tumbuh, menikmati sensasi wisata hijau yang tak terlupakan, di Papua.

Terima kasih banyak Econusa dan Blogger Perempuan, pada setiap kesempatan yang diberikan. Salam hangat dari meja kerjaku yang penuh harum aroma kopi Wamena dan banyak harapanku untuk Papua.

2 thoughts on “Bukan Wisata Biasa, Ini Wisata Hijau di Papua

  1. Rasa kopi Wamena sepertinya luar biasa ya, Kak. Sayang, aku ga bisa nikmatin kopi cuma penikmat kopi instan itupun cuma untuk rasa capuccino saja hehe^^

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *