Yasinyasintha.com – Sakit kepala yang selama ini biasanya diredakan dengan pereda nyeri ternyata berasal dari gigi. Aku pun tidak mengira, sampai akhirnya saat scalling gigi, dokternya menanyakan apakah ada keluhan terkait gigi bungsuku yang sepertinya tumbuh.
Aku sendiri kaget karena baru tau, ternyata ada gigi bungsu yang tengah tumbuh dan letaknya menekan gigi depannya dengan ukuran gigi bungsu yang juga besar. Dokter pun menjelaskan biasanya gigi bungsu mengakibatkan sakit kepala, nyeri atau luka di bagian pipi dalam. Dan yap, itu adalah semua keluhanku selama ini.
Konsultasi Gigi ke Faskes 1 BPJS

Bertahun-tahun bayar BPJS, akhirnya memutuskan pemeriksaan kali ini dengan BPJS saja. Mobile JKN mendadak diinstal di ponsel dan aku segera mendaftar. Setelah beberapa kali gagal, akhirnya satu waktu aku berhasil mendapat antrian, triknya buka mobile JKN dan ambil antrian sebelum pukul 07.00 atau sebelum 12.00 siang, begitu katanya dan aku membuktikan itu berhasil.
Esoknya, aku datang ke faskes 1 yaitu Klinik Medika Antapani, Bandung. Jam 06.30 sudah di lokasi, mengambil antrian dan melakukan daftar ulang ke dokter gigi. Setelahnya aku dipersilakan untuk menunggu di poli gigi. Sebagai catatan, BPJS adalah tentang sabar, so aku pun menunggu dengan sabar sampai namaku/nomorku dipanggil.
Datang ke klinik pukul 06.30, baru diperiksa pukul 10.30 an. Diperiksa oleh dokter gigi, dan mendapatkan diagnosa impaksi gigi bungsu. Pemeriksaan tak sampai 10 menit, setelahnya aku mendapatkan rujukan pemeriksaan ke dokter spesialis bedah mulut di faskes lanjutan, pihak klinik memilihkan RS Pindad. Aku mendapatkan surat rujukan secara fisik yang juga terkoneksi dengan mobile JKN.
Konsultasi Impaksi Gigi Bungsu Ke Faskes Lanjutan – BPJS

Seminggu setelahnya, aku datang ke RS Pindad. Setelah sebelumnya booking via Mobile JKN. Rupanya, tidak tidak menunggu waktu lama. Tinggal datang, check in dan menuju poli bedah gigi dan mulut yang dituju. Yang saya suka adalah, RS ini sangat nyaman sekali untuk yang berobat bahkan untuk pasien BPJS, mengingat di RS lain seringkali BPJS identik dengan crowded, namun siapa sangka di sini masih sangat nyaman layaknya pasien poli eksekutif. Pelayanannya pun sangat ramah dan helpful.

Setelah datang ke poli bedah mulut, aku diarahkan untuk menjalani rontgen panoramic untuk melihat kondisi gigi dan adanya impaksi. Hasil rontgen tersebut aku bawa untuk konsul ke dokter spesialis, setelah menunggu sekitar 3 jam-an, akhirnya namaku dipanggil dan aku segera masuk. Dari hasil rontgen tersebut, dokter akhirnya menyimpulkan adanya impaksi gigi bungsu di kiri atas dan kanan bawah.
Dokter menyarankan untuk dicabut, namun karena peraturan BPJS yang kini berubah. Maka tindakan harus dilakukan satu per satu, tidak lagi seperti sebelumnya yang tindakan bisa langsung dilakukan. Aku pun memutuskan bahwa gigi bungsu di kiri atas yang akan lebih dahulu dicabut.
Baca juga :
Lepas Pasang IUD di Hermina Arcamanik, Another Story of Pasang KB
Berapa lama nunggu gigi bungsu dicabut? Aku menunggu sekitar 1,5 bulan, suster dan petugas RS kemudian memberikan tanggal pasti : 24 Agustus 2026.
Apakah cabut gigi bungsu dirawat? Ternyata dokter menyampaikan kalau tindakan cabut gigi bungsu atas ini tidak perlu rawat inap. Terlebih beliau juga menyampaikan kalau cabut gigi bungsu bagian atas lebih mudah ketimbang tindakan impaksi gigi bungsu bagian bawah.
Tindakan Cabut Gigi Bungsu Dengan BPJS

Hari yang ditunggu tiba, hari itu hari senin. Dan enaknya, aku sudah punya jam kedatangan untuk tindakan cabut gigi bungsu. Untuk tindakan ini aku diantar Papi, jam 13.00 dokternya sudah datang dan pasien – pasien mulai berdatangan. Aku yang saat itu sudah di lokasi sempat harap-harap cemas.
Oya, sebelum masuk ke ruang periksa. Aku diharuskan fotocopy hasil rontgen, so aku ke bagian lab untuk ambil hasil rontgen dan pergi fotocopy, untungnya di RS Pindad terdapat kantin yang juga menyediakan foto copy. Memudahkan sekali alhamdulilah.

Namaku dipanggil, aku masuk dengan tenang. Menyerahkan sepenuhnya tindakan ini ke dokter yang menangani. Aku dipersilakan duduk di dental chair, berkumur dan dokter segera memberikan intruksi, tak lama bius disuntikan disekitar gusi. Dokter beberapa kali bertanya mengenai rasa kebas, setelah dipastikan aku merasa kebas. Tindakan dimulai.
Seperti apa rasanya dicabut gigi bungsu?
Jujur alhamdulilah ga terasa apapun, bius lokal bekerja dengan sangat baik. Yang tak bisa aku lupakan adalah suaranya. Aku masih bisa mendengar derak gigi yang bergesekan dengan tang di tangan dokter. Lalu seperti suara “kreekkkkkk” yang besar diakhir. Aku segera diminta menggigit kasa, dalam beberapa menit saja 2 kali ganti kasa. Jujur tidak ada rasa nyeri di awal, aku justru merasa pusing.
Dokter menjelaskan bahwa aku harus tetap mengigit kasa setidaknya minimal 30 menit ke depan. Tidak banyak menggerakan mulut berlebihan, hindari makanan panas dan pedas. Kabar baiknya aku boleh minum minuman dingin dan es krim untuk membantu pembekuan darah. Aku hanya mengangguk, tidak banyak bicara.
Di bagian depan poli, suster sudah menyiapkan berkas-berkas yang harus aku bawa ke bagian administrasi dan farmasi. Suster juga menyampaikan bahwa tindakan operasi/cabut gigi bungsu yang kedua bisa dilakukan 3 bulan lagi, yakni di bulan november. Aku dibekali surat pengantar untuk ke faskes 1, agar nantinya bisa dibuatkan rujukan tindakan yang dibutuhkan.
Prosesnya alhamdulilah sangat mudah, lancar dan cepat. Aku dibekali antibiotik untuk 5 hari ke depan, pereda nyeri dan obat maag (untuk mencegah maag kambuh saat minum antibiotik). Alhamdulilah NOL RUPIAH, berkas rontgen panoramic aku bawa pulang dan bisa aku bawa kembali saat tindakan november nanti.
Pemulihan Pasca Cabut Gigi Bungsu
Pemulihan gigi bungsuku agak terhambat karena urusan keluarga, saat itu sehari setelah cabut gigi bungsu aku harus menghadiri lamaran pernikahan kakakku. Jadi bisa dibilang, pengalaman pemulihan pasca cabut gigi bungsu ini agak sulit bagiku. Bahkan sempat perdarahan lagi di hari ketiga.
Menurut dokter, yang paling penting adalah menghindari makanan panas dan pedas juga keras di beberapa hari setelah cabut gigi. Dan tentu saja, istirahat yang cukup. Sayangnya, aku tidak diberikan surat kontrol sehingga aku memilih untuk kontrol secara mandiri ke klinik gigi terdekat.
Alhamdulilah tidak ada masalah yang serius, penyembuhannya mungkin memang akan memakan waktu katanya. Karen ukuran gigi bungsu yang besar dan dicabut menyisakan ruang yang besar pula dimana akar gigi depannya pun terekspos. Aku disarankan kumur menggunakan Betadine Obat Kumur untuk membantu membersihkan gigi, tapi gosok gigi tetap harus dilakukan dan dengan hati-hati.
Final Thought

Masih tersisa satu gigi bungsu di kanan bawah yang kemungkinan akan dicabut juga. Ternyata pencabutan gigi bungsu tidak semenyeramkan yang aku bayangkan, ternyata tidak semua takut itu harus dituruti untuk dihindari, beberapa diantaranya harus dihadapi. Dan setiap kali membuat keputusan menghadapinya, rasa takutnya mengecil.
Alhamdulilah, dan semoga pencabutan gigi yang kedua nanti aku bisa lebih tenang dan pemulihan lebih cepat. Buat kamu yang sedang punya masalah gigi bungsu sepertiku, semangat ya! Dan semoga tulisan ini sedikit banyak bisa membantumu.

