Jadi Mentor Tamu Foto Produk di Komunitas Bekel

blogger, bloggerpreneur, blogger bandung

Yasinyasintha.comNangis, mules-mules, sakit kepala rasanya udah mau mundur aja dari grup Bekel 2.1 tapi teman-teman satu grup menguatkan saya untuk bertahan. Bahkan beberapa diantaranya sudi membantu mengerjakan tugas. Lalu saya bertahan, lulus dan resmi menjadi alumni Bekel – Yasinta, 2016.

Manfaat berkomunitas jelas saya rasakan sangat nyata setelah memilih untuk mengejar passion saya di bidang menulis, tapi bayang-bayang bisnis pernikahan masih tetap ada hingga 2016 padahal saya sudah tidak memotret pernikahan dari 2015. Dalam proses melepaskan, beruntung rasanya ada Bekel di sana yang menjadi cukang lantaran saya menjajal usaha baru, foto produk.

Baca juga : Studio Foto dan Video di Rumah

Gabung Bekel

join bekel, mentor tamu,

Kabar gembira itu segera saya terima setelah memenuhi wawancara Bekel via chat. Sebelumnya saya mendaftarkan diri lewat facebook grupnya, nah komunitas Bekel ini membuka pendaftaran setahun sekali dan melakukan seleksi terhadap siapa yang layak masuk ke Bekel. Saya sendiri merasa saya hanya beruntung, karena beberapa teman yang memiliki bisnis kece malah gugur di tahap seleksi.

Sesuai namanya, Bekel adalah akronim dari Belajar Kelompok. Di sini saya dikelompokkan dengan teman – teman lain yang tersebar di seluruh Indonesia ( asik banget kan ) dengan lini bisnis yang beragam. Saya alhamdulilah masuk kelas A bersama teman – teman lainnya.

Jika saya tak salah ingat, saya mengikuti kelas Bekel ini selama sebulan non stop. Setiap malam pukul 8 malam kami semua harus hadir di grup wa besar untuk mendapat materi, hingga pukul 10 – 11 malam dibekali dengan PR tentunya yang dikumpulkan sesuai deadline, persis seperti sekolah tapi lebih serem, karena kalau telat itu artinya kamu siap di kick keluar grup.

Alasan saya bertahan di grup bekel adalah ilmu, haus sekali kepada ilmu baru. Juga teman – teman yang begitu supportif saling menguatkan, di grup kecil kami sering sekali saling termehek-mehek satu sama lain. Di grup besar, kami kuat ! ahhahha. Ilmunya daging, datang dari para trainer dan mentor bisnis yang kalau seminar bersamanya kudu rogoh kocek hingga jutaan, di Bekel kita dapat gratis.

Menempuh Jalan Lain Bersama Bekel

bloggerpeneu, blogger fotografi, blogger bandung

“Kenapa ga coba foto produk mba kalau di rumah ada studio ?” tanya seorang teman satu kelompok. Lalu saya bercerita tentang keinginan saya, yang disambut dengan salah satu teman membuatkan email berikut dengan instagramnya, teman yang lain support mengirimkan produk untuk difoto. Bagaimana mungkin ada orang sebaik ini padahal jumpa saja kami belum, itulah Bekel.

Saya ke Jakarta 2 hari, lalu ke Kebumen 3 hari yang artinya blast ga bisa ikut materi. Hari begitu saya aktif di grup, tugas brudul banget. Nangis, mules-mules, sakit kepala rasanya udah mau mundur aja dari grup Bekel 2.1 tapi teman-teman satu grup menguatkan saya untuk bertahan. Bahkan beberapa diantaranya sudi membantu mengerjakan tugas. Lalu saya bertahan, lulus dan resmi menjadi alumni Bekel.

Indah ya ! 

Bangga rasanya ternyata diri saya ini bisa di push segitunya, senang rasanya punya teman-teman yang menyayangi kita segitunya. Ilmunya, hingga saat ini masih saya rasakan manfaatnya. Terima kasih Bekel !

Menjadi Mentor Tamu Foto Produk di Komunitas Bekel

mentor foto produk

Lama vakum di grup, awal tahun 2019 ternyata salah satu pengurus Bekel menghubungi saya untuk menjadi mentor foto produk pada grup Bekel tahun ini, angkatan 3.1 yang baru saja dibuka. Saya awalnya merasa tak layak jika dijadikan mentor tamu, tapi kemudian saya ingat pada seorang teman yang pernah mengatakan sedikit yang kita tau bisa saja jadi pengetahuan baru bagi orang di luar sana.

Lalu tanggal 25 Februari kemarin saya hadir di grup wa, seperti biasa absen grup Bekel sangat tertib. Tata cara jelas terpampang nyata, di Bekel hanya mereka yang mau membaca yang ga kena semprit qiqiqi, mesti ngacung dulu kalau mau nanya ga boleh asal ketik. Saya tidak melihat hal ini sebagai hal yang kaku, ini artinya ternyata grup chat mampu menghadirkan suasana layaknya pertemuan di dunia nyata.

Saya memberikan materi tentang foto produk dengan menggunakan smartphone, materi yang saya bawakan pada workshop berbayar, saya berikan secara cuma – cuma di sini. Sama seperti yang saya dapatkan 3 tahun lalu, bahagia loh rasanya saat mendapati kita bisa melakukan hal dulunya kita dapatkan sebagai receiver.

kelas bekel, kelas foto produk

Kelas riuh sekali, banyak yang bertanya mengacungkan jari. Saya dan moderator dibuat degdegan karena ga menutup kemungkinan bisa saja peserta ini lebih jago dari saya yang saat itu menjadi mentornya. Tapi alhamdulilah semua pertanyaan terjawab, top questionnya ini dia ya :

– Mba Yas, apa itu POI ?
– Mba Yas, bagaimana cara menyamakan warna di objek dengan warna pada layar hape kita ?
– Mba Yas, bagaimana pengaturan lampu nya?
– Mba Yas, boleh liat kotak mini studio nya ?
– Mba Yas, pake hape apa untuk memotret ?
– Mba Yas, mau lihat dong foto before after foto produk ?
– Mba Yas, bagaimana foto dengan mood dark ?

Nah tuh mba Yas nya banyak whehhe. Jawab di blog ga ya ? Kalau dijelaskan secara gamblang, satu pertanyaan bisa jadi satu judul baru ini soalnya hehe.

Alhamdulilah bisa berbagi di komunitas Bekel kemari. Yang jelas saya bahagia sekali bisa kembali merasakan dari mana semangat yang selama ini menyala berasal. Bukan hanya karena  saya dan keluarga, tapi orang sekitar saya pun ternyata turut andil menyalakannya bahkan menjaganya tak pernah padam.

Terima kasih Bekel, see you !

6 thoughts on “Jadi Mentor Tamu Foto Produk di Komunitas Bekel

    1. Aamiin aamiin, makasi mbak Enny. Mba juga sukses selalu ya.
      Photography mudah dipelajari kok mbak, kemon semangat !

  1. mba boleh tau tugas ato pr nya seperti apa? aku baru tahu ttf bekel ini :). tp td melihat jam nya, duuh rasa2nya aku ga bakal bisa ikutan ini :(. nyampe rumah aja kdg jam 10 malam wkwkwkwkwkw.. salut lah ada grup yg bner2 disiplin seperti ini.

    1. Tugasnya beda-beda mbak, kadang tiba-tiba disuruh bikin list kesalahan kita sendiri dalam bisnis kek gimana. Yang kita sadari cuma ga mau kan ya kita bagi ke orang lain. Lalu kita kirim ke mentor, tar mentor bantu. Beneran dibantu tanpa judging, terharu aku

  2. Wiiiih… seru banget!
    Bekel itu grup mentoring bisnis ya mbak?
    Klo boleh tahu, info cara gabungnya cari di mana ya mbak? Aq kok tertarik banget deh sama komunitas ini… 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *