Selamat Datang Dua Puluh Delapan

” …gimana caranya biar mami ga tua, ga meninggal. Aku mau sama mami selamanya “

Yasinyasintha.com – Adalah io, bocah laki-laki yang tahun ini berusia 5 dan sedang keranjingan cerita – cerita sebelum tidur. Beragam ceritanya, mulai dari cerita sekolahnya hingga fenomena sepatu bolong yang katanya sangat mengerikan. Beberapa mengundang tawa, beberapa menghadirkan rasa ahh iya anak teh sudah makin besar, makin pinter, makin sholeh.

Adalah suatu malam io bertanya, ” Mami umurnya berapa ? “ setelah sibuk ngerumpi sama papi yang bilang saya sebentar lagi ulang tahun. ” Dua puluh delapan “ kata saya sambil tersenyum. Reaksi setelahnya yang membuat hati saya campur aduk, ” Itu sudah tua ya mih ? “ tanya io lagi dengan muka sedih dan kaget serta penuh tanya. Ekspresinya masih terekam jelas dalam kepala saat saya menulis ini. 

” Tua sedikit “ jawab saya tersenyum sembari mengelus wajah io yang semakin tampan. Iiioo tidak terlihat senang, ia lantas menceritakan tentang meninggalnya salah satu nenek temannya karena sudah tua. ” Mami, gimana sih caranya biar mami ga tua. Biar mami ga meninggal kaya nenek temen aku. Aku mau sama mami selamanya ” saya terenyuh.

Lalu saya ceritakan tentang banyak hal dengan cara yang io bisa mengerti. Saya sadar betul harus berhati-hati sekali menjelaskan ini pada anak seusia io. Pillow talk malam itu berakhir dengan io ketiduran setelah bersama – sama kami melafalkan doa untuk kedua orang tua, nyess di hati saat mendapati io hafal betul berikut dengan artinya.

Tahun ini saya, ibu anak dua ini bertambah umurnya. Saya tak lagi mengharap atau menginginkan sedus Dunkin Donuts yang bisa saya nikmati sendiri tanpa berbagi, saya tak lagi menginginkan ceplak ceplok telor di kepala layaknya anak SMA, tak lagi juga dipikiran saya ritual tiup lilin. Ahh, rasanya semua yang ada di sekitar saya sudah merupakan hadiah terbaik.

Bangun pagi saat papi dan duo el masih tidur, saya bisa menikmati secangkir Energen panas yang saya seruput perlahan dengan kaki melipat di kursi, saya masih bisa mandi air hangat dengan tenang, sisiran dan bersolek. Mengenakan baju nyaman dan merasa bahwa perut saya yang ( masih ) berlemak bukan masalah. Saya menemukan diri saya bahagia, tak ada kado dalam bentuk fisik, tapi semua terasa cukup. Lantas apa yang lebih indah dari itu ?

Hape saya tak henti krang kring. Puluhan chat masuk berisi doa – doa dipanjatkan, mamah saya mengirimkan doa panjang kali lebar kali tinggi. Mama mertua dan Bapak mertua datang ke rumah dengan penuh kasih dan sayang. Papi beberapa kali meminta maaf tentang dua tahun terakhir ulang tahun saya yang ia rasa tak istimewa. Ahh, papi mungkin hanya belum sadar kehadirannya saja sudah berupa hadiah terbesar dan paling saya syukuri hingga hari ini. Bagaimana ga bahagia kalau setiap hari saya masih mendapat pelukan hangat setelah menjaga anak-anak.

Saya dan papi merasa lebih baik. Dua ribu sembilan belas ini tahun baik, tahun yang sangat baik. Ada banyak hal yang kami maknai bersama, saya dan papi di tahun ini sama – sama setuju bahwa kami harus lebih baik lagi dalam segala hal bukan hanya untuk diri kami sendiri atau satu sama lain. Tapi juga untuk mata – mata mungil polos yang melihat kami setiap hari, yang selalu merasa bahwa mami papi nya hebat dengan segala kekurangan kami.

Tahun ini, saya genap dua puluh delapan. Bertambah jumlah berkurang jatah, tak banyak yang saya inginkan karena nyatanya hidup ini hanya tentang perjalanan singgah, saya menuliskan ini sebagai pengingat diri bahwa ternyata seiring bertambahnya usia kita menjadi sangat sederhana sekaligus kompleks pada beberapa hal.

Selamat datang dua puluh delapan. Tahun – tahun baik dan cerah menunggu di depan.

2 thoughts on “Selamat Datang Dua Puluh Delapan

  1. Issh masih mudaaaaa itu mba. Jaman seumurmu, aku masih nguli sama orang. Ninggalin anak di rumah sendiri ama pengasuh, naik turun angkot olangan, suami di mana, aku di mana. Ketemu seminggu sekali, kadang exhausted dan marah2 sendiri karena kaki pegel udah hampir copot rasanya tulang. Hihihi.. sekarang kalo mba Sinta bisa ongkang-ongkanb kaki dikit tanpa harus ngedubrukan ngejar angkot bakal ngantor, bersyukurlaaah…! Seriyes, your life is great! Be thankful…

    1. Thankful udah pasti mbak. Dan itu harus sekali, hidupku alhamdulilah banyak berubah ke arah yang baik dan enak terus, ini mah sepenggal cerita sajo di usia ku yang hihi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *