Dari Pekerja Menjadi Wiraswasta *Part 1

menjadi wiraswasta adalah salah satu mimpi banyak orang, ini cerita saya

Selalu bersyukur atas apa yang terjadi dalam hidup sehingga Allah memberikan saya sesuatu yang semakin baik setiap waktunya. Menjadi seorang karyawan swasta dari mulai lulus SMA hingga 2 tahun setelahnya. Beberapa pekerjaan sudah pernah saya jalani dari mulai buruh pabrik, SPG, Kasir, operator booth, sekretaris sudah pernah saya jalani. Berbagai lingkungan kerja membuat saya semakin tahu bahwa banyak sekali yang harus dipelajari dalam hidup, karena pelajaran hidup malah tidak kita dapatkan dijenjang pendidikan formal.

( Tulisan ini awalnya ditulis di 10 januari tahun 2013 )

Ada masa dimana saya diharuskan untuk berhenti bekerja karena suatu hal. Perasaan takut menghantui saya, bagaimana hidup besok lusa dan seterusnya kalau saya tidak bekerja. Tapi bukan Tuhan caranya jika tak memberikan jalan kepada umatnya. Lewat seorang pria yang juga kekasih saya pada saat itu, saya mencoba menjadi seorang wiraswasta dan itu tentu saja bukan hal yang mudah. Karena saya tidak pernah terjun dibidang tersebut.

Banyak waktu luang yang tidak produktif mengharuskan saya berpikir keras apa yang bisa saya lakukan dengan kondisi saya yang sekarang. Melihat sepatu kanvas putih dan kaos putih polos yang sudah lumayan lama saya mencoba melukis 😀 saya pikir biarlah kalau gagal kan punya sendiri ini hehehe …

Dan saya menggambar Angry Birds hahaha. Karena menurut saya itu gambar paling gampang sedunia orang cuma buletan-buletan doang, wkwk. Saya coba posting di facebook dan twitter juga tokobagus dan tidak lama kemudian beberapa mulai menghubungi dan memesan. Rasanya bahagiaaaaa sekali hehe.

Biar ga bosen liat dulu yah beberapa yang pernah saya buat 😀

Memulainya bukan hal yang mudah. Saya tidak memiliki basic menggambar di media kertas sekalipun. Beberapa kaos yang gagal tidak mematahkan niat saya untuk terus menekuni bidang ini. Orang kemudian mengenal saya sebagai seorang pelukis, pengusaha sepatu dan kaos lukis. Pernah hingga mengerjakan puluhan sepatu lukis yang dipesan oleh sebuah pabrik. Bahagia, ternyata saya bisa menjadi seorang wiraswasta. Perpindahan dan perubahan memang tidak mudah, tapi bukan manusia namanya jika tidak mampu mengakalinya bukan.

Saya tidak memiliki bakat sama sekali. Satu-satunya yang saya punya adalah kemauan. 90% kemauan dan 10% bakat menggambar saya yang amburadul ternyata bisa menjadikan saya seorang yang lain. Yang ketika bertemu mereka bilang “Puas ini bagus gambarnya” bahagia nya dengar itu. Kepada pria yang memberikan saya keyakinan bahwa saya bisa, ia yang percaya saya bisa melewati perubahan tersebut dengan gembira tanpa paksaan, terima kasih ya 🙂


menjadi wiraswasta adalah salah satu mimpi banyak orang, ini cerita saya
Dari karawayan menjadi wiraswasta – Design by Yasinta on Canva

11 Januari 2021, 8 tahun yang lalu saya menuliskan kisah di atas, geli sendiri dengan gaya bahasa saya yang begitulah, haha tapi itu adalah tanda bahwa benar seiring berjalan waktu kita akan bisa berkembang, dan semoga saya demikian ya.

Bicara tentang dari perjalanan saya dari karyawan menjadi wiraswasta ini sebenernya cukup panjang, karena saya berkali-kali menjalani pekerjaan yang berbeda dari apa yang biasanya saya lakukan. Seperti misal 2011-2012 an saya menggeluti bidang makeup, menjadi makeup artist. Skill makeupnya saya kembangkan sendiri, sedang dasarnya, saya dapat dari kursus pada seorang perias pengantin dekat kostan.

Sambil makeup, saya nyambi juga motret. Ga nyangka kalau bakal bisa kerja nenteng kamera sana sini, keliling dan ketemu banyak orang dan membuka banyak peluang. Di tahun tersebut saya dan Papi ( saat itu masih pacaran ) memutuskan membuka usaha jasa foto pernikahan dengan nama fotoweddingbandung.com dengan based pemasaran mengandalkan internet, di sini ga menyangka bisa jadi usaha yang menghidupi saya dan anak-anak sekitar 5 tahunan.

Ada masa naik turun, itulah mengapa pebisnis memang betul – betul harus memiliki mental yang kuat dan ga berhenti berinovasi. Stuck dan kehabisan SDM unggulan membuat kami goyang, ahh sepertinya cerita ini harus saya tuliskan terpisah karena panjang sekaligus sepertinya akan memiliki insight yang bagus jika bicara tentang pondasi membangun bisnis jasa agar tak sampai ambyar seperti kami.

Puncaknya memang, 2016 jadi tahun penutup. Jasa foto pernikahan yang saya dan Papi bangun terpaksa kami tidurkan. Bukan menyerah, tapi karena kesadaran yang meningkat mengenai bagaimana bisnis ini di masa depan, juga karena Papi sudah memiliki pilihan, pun saya yang kemudian bisa memilih untuk menjadi ibu rumah tangga sekaligus menghidupkan blog ini. Selalu ada yang harus dikorbankan untuk meraih sesuatu, begitu kira-kira.

Dari situ, Papi kemudian merintis channel Youtube Keponih. Hari ini subscribernya telah menembus 22,7ribu. Menyalurkan hobinya mengajar dan bongkar – bongkar elektronik dan bicara teknologi. Doi juga menang Danone Vlogger Academi 2019 juga sempat mengantongi juara Datsun Riser. Saya? ternyata lebih bahagia menulis di blog, yang ternyata dapat membawa saya jauh dan mengetahui lebih banyak lagi, bertemu dengan orang-orang keren yang dulu bukunya hanya bisa saya baca, kini ternyata bisa benar-benar bersua. Yang tulisannya biasanya lamat-lamat saya baca, kini bisa benar-benar duduk bicara bersama. Menulis blog ini luar biasa.

workshop foto produk
Foto bersama, yeay ! terima kasih semuanya

Oya 2017 – 2018 an saya sempat juga jadi fotografer produk, pemateri beberapa workshop foto produk. Bahkan yang terbaru adalah 2020 lalu, menjadi pemateri mengenai foto produk dengan handphone bersama Universitas Brawijaya.

Lalu di mana letak wiraswastanya sekarang? Saat ini saya bersama beberapa teman mengembangkan layanan optimasi sosial media, membuka jasa management dan admin sosial media, juga menulis blog yang ternyata bisa menjadi profesi yang menyenangkan, sesekali motret untuk proyek tertentu. Pengennya ke depannya benar-benar menjadi wiraswasta dengan produk nyata yang bisa diperjual belikan, bantu doakan saya dan kami sekeluarga ya.

Ada masanya saya bangga sekali menjadi karyawan, ada masa saya pun congkak karena menjadi wiraswasta. Kini saya hanya merasa nyaman dengan apa yang saya lakukan, esok lusa jadi karyawan (lagi) atau meneruskan usaha menjadi wiraswasta bukan hal yang krusial lagi, karena pada akhirnya kita akan mencari dan menetap pada apa yang pas di hati juga nyaman untuk kebutuhan kita sendiri, karena sejatinya kita lah yang paling mengetahui apa yang dibutuhkan.

Kalau disuruh milih, menjadi jadi karyawan apa wiraswasta sih kalian ?

yasinta astuti adalah seorang blogger dan fotografer asal bandung yang memiliki blog yasinyasintha.com

6 thoughts on “Dari Pekerja Menjadi Wiraswasta *Part 1

  1. Inspiring banget ini,mak…Salam kenal yah 🙂
    Semoga ‘kemandirian’ mencari peluang nyiprat ke saya yg selalu galau mau tapi ngerasa kurang mampu…TFS yaaa!

    1. Semoga sista ayo semangat dan jangan lupa di sharing ya cerita nya..
      Ga ada yang ga mampu kita lakukan selama kita mau berusaha dan niatnya baik hehehe.. Semangat !
      Terima kasih ya sudah mampir

    1. Terima kasih ya sudah mampir ke blog saya.
      Berbagi aja mudah-mudahan jadi inspirasi juga untuk yang baca yang mau mulai mandiri hehe..
      Salam kenal juga ya 🙂

  2. ya sist semoga..
    kagum sama setiap inspirasinya,,

    kita dari daerah yang sama sist, smga Allah memberi kesempatan saya bsa di beri inspirasi secara langsung oleh sist,,hhee
    😀

    sepertinya saya akan bangga bsa mnjadi sist.. hhee 😀
    salam smangat.. 😀

  3. 13 tahun aku kerja kantoran, dan akhirnya mutusin resign mba. Skr yg aku kerjain LBH banyak bantuin papa checking financial cash flow dari bisnis bakerynya, yg syukur bisa dilakuin online. Dan aku LG aktif trading saham. Sbnrnya ini udh dari dulu, tp sblmnya aku kebanyakan invest, yg mana saham2 yg aku beli ditinggal tidur aja, Krn tujuannya long term. Tapi Krn skr punya LBH banyak waktu, aku fokus utk trading, toh bisa pantai stiap saat pergerakannya. Lumayan suka sih Ama kerjaan yg skr , apalagi hasilnya terkadang lebih dr gajiku pas msh kantoran :D.

    Aku blm tahu kedepannya bakal gimana. Utk skr blm ada keinginan utk balik kantor, Krn toh kerja dari rumah udh enak banget :p.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *