Nak, Kita Akan Ke Bali Kala Pandemi Tak Lagi Bertali-Tali

wishlist traveling saat tak lagi pandemi

“ Ini sebuah catatan untukmu nak, ditulis di masa pandemi “ – Rumah adalah tempat ternyaman dan teraman kita saat ini. Walau tentu saja bosan kerap hadir diantara kita, aku melarang kamu berdua untuk keluar, menghindar dari hingar bingar. Kalian harus tau, ketika aku pulang dari pasar, takut seringkali datang menyergap dan mengendap-ngendap menyentuh dasar pikiranku, amankah aku untuk berada dekatmu.

Saat ini kita berjauhan dengan kata traveling. Biarlah tujuan liburan kita tempel dulu di dinding, sesekali ia mengerling tapi kita akan berusaha mengabaikannya, sembari berharap segera bisa meraihnya. Aku tau kalian bosan, rindu pada pemandangan dan pengalaman yang berkesan. Aku juga sama, rindu pada udara itu, pada gelak tawa ketika kita bebas berkendara dan pergi kemana saja.

Kita risau, kita semua, bahkan seluruh dunia, sebuah pertanyaan besar di atas kepala : Akankah dunia pulih seperti semula? “ Kapan mih boleh jalan-jalan lagi? “ tanyamu dengan mata bulat penuh harap. Aku seakan kehabisan kata untuk menjelaskan “ Sabar “ kataku, sambil mengelus kepalamu. “ Kalau udah tidak ada corona?” katamu kamu lagi, aku mendekatkanmu ke tubuhku. Ini terjadi setiap kali kita membaca buku tentang petualangan dan buku perjalanan.

Rindu Perjalanan

merindukan perjalanan
Iioo dan rindunya pada perjalanan, sabar ya nak

Kita semua tau, ada beberapa hal yang hanya didapat dari perjalanan, seperti bagaimana cara pandangmu ketika menemukan hal baru. Atau bertemu orang baru yang menyapamu, atau lidahmu yang mengecap makanan tak biasa, atau suasana tempat bermalam kita yang berbeda. Ini tak kita dapatkan dari rumah, itu sebabnya sesekali jauh dari rumah adalah hal paling kita nantikan bahkan kerap kita rencanakan.

Hampir dua tahun berlalu, kita masih harus menatap Bali dengan pilu. Itu destinasi tujuan kita, yang berjarak hampir 1200 km jauhnya. Aku ingin mengajakmu kesana, karena aku dan Papi pernah di sana, suasananya yang berbeda pasti jadi pengalaman baru untukmu, adat yang memikat pasti jadi pemandangan baru untukmu, belum lagi tempat wisata budaya, waterboom, dan kebun binatangnya, kamu pasti suka.

Kita akan naik pesawat dan awan terasa dekat, aku tak sabar ingin melihat raut wajahmu dan mendengar apa yang ada dipikiranmu. Perjalanan ini akan seru, Bali adalah tempat indah untuk kita kunjungi, memintal kenangan yang akan ingat hingga nanti. Ini akan jadi perjalanan seru dan mengingatkan kita pada hal manis tentang kegembiraan yang tak kunjung habis.

Kita Akan ke Bali Nanti, Saat Tak Lagi Pandemi

traveling ke bali bersama anak-anak
Halo Bali, semoga kita bisa segera berjumpa

Aku dan Papi sudah berjanji, kala pandemi tak lagi bertali-tali, kita akan berangkat ke Bali. Uang perjalanan sudah kami siapkan dari sekarang, agar saat waktunya datang, kita bisa berangkat tanpa risau soal bekal uang. Sudah lengkap aku tuliskan, apa saja yang akan kita lakukan, pun kami pastikan, ini tentu saja akan sangat menyenangkan.

Aku tidak sabar berjalan bersamamu menuju pantai, pasir di kaki kami saat itu adalah hal yang kami nikmati, kita akan sering jalan dan duduk santai di pinggir pantai. Menatap awan yang berarak di atas ombak, ada beberapa orang bermain di sana. Aku akan sibuk mengatur anak rambutmu Yaya yang tertiup semilir angin, rambutnya yang halus sempurna dengan suasana.

Bisa ku bayangkan Yaya akan terpesona karena itu akan jadi kali pertama baginya melihat matahari terbenam di tempat yang berbeda. Aku akan dapat melihat matanya bercahaya. Memantulkan sinar matahari keemasan, saat hendak pulang ke peraduan. Sedang iioo, akan sibuk terpesona dan bertanya, putraku anak yang tampan. Aku tak sabar melihatnya di Bali dengan wajah terkesan.

wishlist traveling saat tak lagi pandemi
Aku dan Yaya, kita akan berjalan bersama saat bepergian nanti

Kami akan mengunjungi berbagai pantai di Bali. Ke pantai Kuta, olahraga air ke Tanjong Benoa, makan seafood di Jimbaran, dan menonton kecak ke uluwatu. Saya dan Papi akan kencan di Legian, atau menjajal spa di seminyak. Tak lupa mengajak anak-anak juga ke pura, mengenalkan pada adat budaya dan agama yang berbeda, walau beda tetap bisa seirama. Tak lupa jalan-jalan ke Bali Safari, pokoknya jadwal kita akan padat dan rapat.

Saat di Bali, Kita Akan Menginap di RedDoorz, Nak !

menginap di RedDoorz Bali
Menginap di RedDoorz ( Sumber : RedDoorz )

Kita akan butuh tempat menginap yang nyaman. Untungnya, aku kenal dengan RedDoorz nak, penyedia hotel yang enak, dan pilihannya banyak. RedDoorz ini ada dimana – mana, mengakomodir kebutuhan siapa saja, harganya yang terjangkau, jadi teman perjalanan yang tak bikin dompet berkicau.

Di Bali ada banyak properti untuk menginap, kita tinggal tunjuk dan bersiap. Mulai dari yang dekat Bandara, hingga Bali paling ujung seperti di Ubud yang indahnya menggoda. Alasan memilih RedDoorz adalah karena mereka punya garansi layanan, harga yang aman tapi layanannya bikin nyaman.

Mencari hotel dengan RedDoorz bisa dilakukan dari hape, jadi aku tak usah cape. Pilihan pembayaran beragam, bisa disesuakan dengan pilihan dan kebiasaan, yang pasti mudah dilakukan. Dan asal tahu saja, RedDoorz ini tak cuma ada di Indonesia melainkan sudah mancanegara, 2018 sudah masuk Vietnam dan Filipina.

promo RedDoorz hotel
Aplikasi RedDoorz dalam genggaman

RedDoorz telah hadir juga dalam genggaman, memudahkan proses pemesanan, juga banyak promo yang ditawarkan. Tak hanya hotel saja yang ada di RedDoorz, bahkan jadi solusi cari rumah kost. Dari sisi bisnis, RedDoorz juga membantu properti lain laris. Harus instal aplikasinya, untuk memudahkan kebutuhan perjalanan kita.

Berikut aku tuliskan kan, beberapa hotel di Bali yang direferensikan dan ada di RedDoorz sebagai jembatan pemesanan.

The Gingers House Canggu
The Gingers House Canggu, Kuta Utara ( Sumber : RedDoorz )
RedDoorz Goa Gong Jimbaran Bali
RedDoorz Goa Gong Jimbaran ( Sumber : RedDoorz )
RedDoorz near Padang Galak Beach
RedDoorz near Padang Galak Beach, Denpasar Bali ( Sumber : RedDoorz )

Terakhir, semoga pandemi segera berakhir. Agar ekonomi dapat bangkit dan kembali melangit, agar anak-anak bisa bebas bermain, dan jalan-jalan seperti yang kita ingin, kita ciptakan kenangan berlusin-lusin. Jadi, setelah pandemi usai. Mau seperti saya yang ingin jalan-jalan ke Pantai ? atau punya tempat lain untuk bersantai? Bagi ceritanya juga, lalu kita saling mengaminkan bersama.

yasinta astuti adalah seorang blogger dan fotografer asal bandung yang memiliki blog yasinyasintha.com

One thought on “Nak, Kita Akan Ke Bali Kala Pandemi Tak Lagi Bertali-Tali

  1. Sama mba, akupun udah prepare tabungan untuk nanti langsung dipakai buat traveling saat pandemi udh selesai, dan negara2 lain mulai buka border mereka. Anak2 dari sebelum pandemi udah aku janjian utk traveling ke Jepang lagi, apa daya semuanya hrs cancel gara pandemi ini -_- . Tapi selama ga bisa jalan2 ini, budget traveling ttp aku tambah trus stiap bulan, supaya saat tiba waktunya, bisa balas dendam dengan itin traveling yg bisa bikin puas anak2 :D.

    Red doorz aku belum pernah pakai nih. Sbnrnya pengen sih, apalagi sept besok rencana mau jalan2 yg Deket aja. Tapi kayak masih setengah hati, kondisi blm aman soalnya. Cuma pak suami udh jenuh banget, dan aku lagi nyari penginapan yg Bener2 aman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *