photography handphone
Photography

Tumbuhlah, Menjadi Diri Sendiri

August 1, 2016

Ini tentang bagaimana sebuah foto bisa membuat sebuah cerita, bisa membuat kita merasakan hal lain, atau membawa imaji kita berkelana.

photography handphone
Berjalan atas batu, kemudian aku melihat sesuatu
(Take with my lovely phone)

Saya terdiam saat melihat kembali foto ini, betapa hebatnya pikiran juga perasaan manusia. Melihat sesuatu kita bisa memikirkan hal lain, hal tersebut bisa mengingatkan kita pada sesuatu. Inilah yang disebut dengan menajamkan rasa, bagaimana cara agar suatu hal sederhana bisa menjadi sebuah cerita.

Bagaimana daun dan batu bisa mengingatkan saya pada belasan tahun yang lalu. Saya menempatkan diri menjadi batang daun yang tetap berusaha tumbuh di antara himpitan batu. Tidak ada yang salah dengan batu, hanya saja kadang sulit menjadi diri sendiri di tengah arus orang sekitar.
Siapa bilang menjadi diri sendiri adalah hal yang mudah ?

Begini, saat menjadi diri sendiri seringkali saya justru kehilangan. Hah ? Kehilangan apa ? Banyak.
Teman, pekerjaan, kesempatan dan banyak hal lagi yang lainnya. Menjadi diri sendiri adalah proses yang cape dan panjang tapi mudah sekali di ucapkan. Just be you ! begitu katanya.
Tapi kita adalah sesuatu, sesuatu yang akan tumbuh. Harus tumbuh.
Tumbuh dan berkembang bermetamorfosa menjadi sesuatu yang lain, yang lebih baik tentunya. Maka menjadi diri sendiri adalah pilihan yang tepat, tumbuh menjadi diri sendiri akan menguatkan.
Ahh, melihat foto ini saya menjadi ingat rasa sakit di masa lalu saat saya tak menjadi diri sendiri hanya sekedar untuk disukai dan mendapat penghidupan.

Sejatinya, memang setiap kita adalah aktris/aktor sandiwara. Pada beberapa kejadian kita dituntut menjadi seseorang yang bukan kita, tak apa saya pun menjalaninya terkadang, sampai saat ini.
Tapi jangan lupa pada diri sendiri, jangan melupakan siapa diri kita sendiri, jangan lupa tumbuh menjadi diri sendiri. Di tempat terhimpit dan berbatu, jangan lupa menjadi diri sendiri, meskipun kadang sakit tetaplah tumbuh, meskipun sulit tetaplah menjadi ada.
Besok lusa kamu akan lebih kuat, besok lusa saat kamu tumbuh orang akan tahu siapa kamu.

Tumbuhlah, dan jadilah diri sendiri.

 

Yasinyasintha

Only registered users can comment.

  1. My dearest Yasinta, sejujurnya, buatku, ini kado cantik di hari ulang tahunku. Ketika seorang peserta KelasDuaRupa menulis, menuangkan sesuatu yang ada di dalam dirinya, dengan sepenuh perasaan, baik tulisannya, maupun foto yang dilampirkan dalam tulisan tersebut, tepat seperti niatku saat memutuskan untuk membuat KelasDuaRupa. Rasanya dihargai, bahwa sedikit ilmu yang kubagikan bagi sesama, ternyata bermanfaat untuk seorang Yasinta.
    Semoga terus menulis dan memotret dengan segenap perasaan. Aku termasuk orang yang percaya bahwa setiap pembaca bisa merasakan perasaan penulis. Dan tulisan yang digoreskan dengan hati, selalu sangat memikat.
    Love you, Yasinta.

    1. Madam, terima kasih. Maafkan telat aku mengucapkan selamat.
      Doa ku bersama Madam selalu, Love you too madam
      Semoga aku selalu bisa jadi yang memikat perasaan pembaca

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *