Pengalaman Ikut Kelas Bars Consciousness Bersama dr. David Budi Wartono

Yasinyasintha.com – ” Your point of view, judgement and decisions create your body ” – Garry Douglas. Potongan quote ini saja sudah cukup menyadarkan bahwa bisa jadi selama ini memang saya kurang mencintai diri saya, buktinya selama ini tak jarang saya membiarkan judgement dan point of view dari luar merusak diri saya.

” Itu punyamu bukan ? ” kata tanya dokter Dave memecah ingatan saya, benar juga ya seharusnya point of view orang lain tak lantas membentuk diri kita, kecuali kita memang mengiyakan dan mengizinkannya. Ini yang saya baru sadari dengan penuh kesadaran, ini bakal jadi tulisan saya yang panjang tapi tenang insyaallah bermanfaat. Pengalaman mengikuti kelas bars consciousness ini harus saya bagikan agar semua orang bisa hidup lebih bahagia dengan memperbaiki sudut pandang.

Tertarik Pada Bars Consciousness

Sedikit ingin saya ceritakan, tentang saya yang pernah sangat berantakan dan merasa bahwa saya bukanlah diri saya. Setiap melihat pantulan diri, detik itu juga merasa benci pada banyak hal. Triggernya sepele saja, judgement dan point of view seseorang berhasil menghancurkan saya hingga saya runtuh. Beberapa teman menyarankan ruqyah, beberapa lagi ke ” orang pintar, beberapa bilang ke psikolog, beberapa bilang pergilah jalan-jalan. Tapi hati saya tidak mau sepertinya, sampai akhirnya saya menerima pesan dari salah seorang teman, Teh Nchie namanya dengan hangatnya menawarkan bantuan ” coba bars dulu yu yas “ begitu katanya.

Baca juga : The Day I Stopped Comparing, I Found My Happy Place

Lalu saya ke Lineation dan bertemu teh Nchie juga mbak Al. Sessi bars dimulai, saya sambil memangku iiaa saat itu. Sessinya jadi sessi yang menguras air mata bahkan jika saya ingat sampai hari ini, kesedihan yang bertumpuk bertahun-tahun, tekanan yang dipendam sekian lama akhirnya perlahan mengalir dengan deraian air mata ” You are great, you are worthy. As a mom, as yourself “ begitu kalimat penutup yang mereka sampaikan. Saya menangis, mungkin kedua teteh saya ini bisa menangkap energi negatif itu saat melakukan sentuhan lembut di kepala saya. Kalimat itu cukup membuat saya bangkit dan merasa bahagia, jujur saja selama ini tak ada yang bilang itu kecuali io dan papi saja padahal harusnya itu sudah lebih dari cukup.

Hari – hari selanjutnya entah bagaimana saya bangun lebih bahagia, saya menjalani rutinitas dengan bahagia, saya menyiapkan makanan ia dan io dengan bahagia. Ya, untuk pertama kali setelah melahirkan ia saya kemudian kembali mencintai hidup saya karena saya memang menikmatinya bukan karena kehadiran orang. Kini saya mengerti kalimat bahwa saya perlu bahagia di atas kaki sendiri bukan karena kehadiran orang lain sekalipun anak. Benar juga, karena pada akhirnya anak akan berpisah juga dengan kita, dan kita harus tetap bahagia kan.

Setelah bars ini saya merasakan perubahan. Lalu terbersit ingin mempelajarinya karena saya membutuhkan ini, saya akan membutuhkan ini untuk diri saya dan ya keluarga mungkin atau mungkin saja orang lain. Who know ? Jadilah saya membulatkan tekad bahwa saya harus mempelajari access bars.

Pengalaman Ikut Kelas Access Bars Consciousness

31 Agustus 2019, pagi sekali saya sudah bersiap untuk berangkat bersama io menuju Holiday Inn Pasteur, kami sengaja minta diantar dengan motor agar tidak sampai telat. Saya excited banget untuk mengikuti kelas access bars ini. Sampai dan bergabung dengan peserta yang lain, kemarin ada 15 peserta termasuk saya yang hadir di sana. Amazing banget loh ada yang sengaja datang dari Sumedang, Jakarta dan Depok sengaja untuk belajar bars bersama.

Kelas dimulai dengan perkenalan dan pertanyaan kenapa mengikuti bars, ketika giliran saya entah kenapa saya tiba-tiba menangis ( haha duh malu ). Kami belajar bars dari awal sekali, mengenal bars secara lebih jauh juga kemampuan mengenali emosi diri dan potensi diri melalui bars, terakhir yang paling penting bahwa ternyata kita perlu membuang sampah emosi, ingatan dan perasaan yang selama ini berputar terus menerus dalam diri kita sehingga kita mampu lebih fokus, dan yap LEBIH BAHAGIA.

dr. David Budi Wartono sedang menjelaskan tentang Bars

Access Bars adalah  Metode yang dapat melepaskan emosi, perasaan, pandangan dan pikiran yang selama ini memblokir kita, menghalangi kesuksesan dan kebahagiaan kita dengan cara melepaskan data elektromagnetik yang tersimpan lama melalui sentuhan pada 32 titik di tubuh.

Setelah sessi materi, kami semua diajak praktek langsung berpasangan dan bergantian mencoba bars. Mengenal titik – titiknya dan melakukan sentuhan lembut serta merasakan energinya. Saya hampir tidak percaya, pertama kali melakukan bars saya sudah langsung dapat merasakan getaran saat melakukan sentuhan. Hebatnya lagi saya juga merasakan energi yang bergerak naik turun melalui saya ke pasien dan sebaliknya. WOW seneng akutu !

Nyobain nge-bars untuk pertama kalinya

Tiba saatnya saya menjadi pasien, rasa nyaman yang saya rasakan saat disentuh lembut di titik bars membuat saya tidur lelap ( enak banget loh beneran ) begitu saya bangun, terasa segar dan ringan sekali. Mengingatkan saya pada pertama kali merasakan bars, ringan dan terasa nyaman.

Dokter David sebagai fasilitator bars benar-benar membawa kami semua untuk bisa merasakan energi. Bahkan beliau mengatakan bahwa energi negatif yang kita dapat bisa juga diolah menjadi positif dan membuat kita justru lebih baik.

Sessi bars kedua lebih dalam lagi saya mengenal bars, merasakan lebih kuat getaran saat melakukan sentuhan, oya di sessi ini kami berpindah pasangan. Biar semakin melatih dan mengenal energi yang berbeda – beda, jangan takut energi negatif berpindah karena ternyata dengan sendirinya justru mengalir keluar, keuntungannya bagi praktisinya adalah kita juga membuang energi negatif yang serupa dengan pasien. Jadi semakin banyak ngebars, pada akhirnya kita akan semakin ringan juga.

Gantian saya yang di bars

Yang paling saya garis bawahi dari kelas acces bars consciousness ini adalah bahwa dengan bars ini saya mampu melihat sesuatu dari sudut pandang yang berbeda. Tidak ada judgement terhadap diri, sesuatu atau orang lain. Tidak ada benar atau salah hanya sudut pandang saja. Lebih dari itu saya bisa melihat ke dalam diri agar fokus dan mampu melakukan sesuatu yang lebih penting dan bermanfaat.

Di akhir kelas, kami semua mendapatkan sertifikat. Yeay dan tentu saja hati yang riang gembira karena sudah berhasil mempelajari access bars. Seminggu setelah kelas ini berlalu saya lebih merasa ringan saja menjalani hidup, saya benar-benar hidup untuk hari ini, saya menikmati semua moment yang terjadi, Baik buruk semuanya hanyalah soal sudut pandang saja, sampe kadang terharu dan bertanya pada diri sendiri : Kok bisa ya aku ga over thinking, kok bisa ya aku biasa aja. Lalu saya berterima kasih pada diri saya sendiri, karena telah kuat menjalani banyak hal, terakhir saya bicara diri saya sendiri bahwa saya bahagia dan saya mencintai diri saya.

Pada acess bars, kita yang memilih to keep it or release it. Nah kamu, kapan mau coba bars ?

Terima kasih pada Lineation untuk kesempatannya. Juga dokter David dan teh Nchie untuk energi baiknya.

Lineation Aesthetic
Jl. Lemah nendeut No.10, Sukawarna, Sukajadi
Bandung

1 thought on “Pengalaman Ikut Kelas Bars Consciousness Bersama dr. David Budi Wartono

  1. Tuh kan… Kamu emang hebat, hanya dirimu sendiri yang bisa memilih untuk merubahnya menjadi lebih happy dan lebih baik. Sukaaa…
    Maacih kamu udah memilih itu, lopyuu. Cuss ahh kontribusi Bars buat sesamaa..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *