Ibu Berbagi Bijak, Pengelolaan Keuangan Untuk Perempuan Berbisnis

Yasinyasintha.com” Itu business atau busyness ? “ pertanyaan yang membuat sebagian besar dalam ruangan merasa tertohok, seakan diajak untuk mengevaluasi dengan seksama usaha yang dimiliki, apakah benar menghasilkan alias business atau sekedar menambah pekerjaan dan kesibukan alias busyness. Seketika saya merasa beruntung berada di acara ini, Ibu Berbagi Bijak.

Ibu Sebagai Pengelola Keuangan

Siapa yang bilang mengelola keuangan itu mudah ? Tidak sama sekali marimar ! Bahkan bagi yang income-nya besar pun tidak lantas membuat pengelolaan keuangan menjadi mudah. Pasalnya, seringkali income yang besar diikuti dengan pengeluaran yang membengkak pula, tidak lain tidak bukan ini karena gaya hidup yang juga meningkat.

Saya punya pertanyaan sederhana yang bisa membuat kita menyadari betapa perlunya mengendalikan gaya hidup :

Jika gajimu 1 juta dan kamu bisa menabung 100 ribu, maka berapa yang bisa ditabung jika gajimu 2 juta ?

Ngaku deh sebagian besar akan menjawab 200 ribu. Padahal harusnya adalah 1,1 juta dan itulah contoh sederhana bahwa gaya hidup seringkali menggerus pemasukan yang bertambah tapi nabung segitu-gitu aja. Lantas bagaimana bagi perempuan khususnya ibu yang memiliki usaha ? Nah loh ini harus lebih teliti lagi.

Pengelolaan Keuangan Bagi Pelaku UMKM

Dapat kesempatan belajar pengelolaan keuangan merupakan kesempatan yang langka bagi saya ( thank to The Urban Mama ). Jadi saya bersama teman-teman dapet kesempatan workshop pengelolaan keuangan langsung dari pakarnya, Mbak Prita Ghozie yang merupakan konsultan keuangan dari Zap Finance.

Menurut mba Prita, banyak dari kaum hawa kurang teliti dalam menghandle masalah keuangan usaha alias pake feeling aja lalu kemudian terjebak pada ” Business atau Busyness ? ” karena jika betul yang dikerjakan adalah bisnis, maka tentu saja di dalamnya akan ada profit. Namun jika hanya menambah list pekerjaan saja, kita sudah bisa menyimpulkan sendiri bahwa itu sama sekali bukan bisnis melainkan menambah kesibukan saja.

Salah satu yang harus dipahami mengenai usaha adalah modal dan kebutuhan dasar yang terdiri dari modal investasi awal, modal kerja dan operasional juga biaya tetap yang memiliki pos tersendiri. Selain itu sumber modal pun harus dipahami dan tidak boleh dicampur aduk dengan keperluan sendiri kendati memulai usaha dengan modal pribadi. Dan jika memutuskan untuk meminjam, pastikan lembaganya terdaftar dan terverifikasi OJK bukan lembaga keuangan yang abal – abal ya.

Memahami keuangan dalam bisnis tentu tak bisa begitu saja dilakukan dengan perkiraan sendiri pada waktu tertentu. Salah satu kelemahan perempuan nih seringkali menggunakan feeling analysis. Apa sih itu dan harusnya gimana ? 

Feeling analysis adalah analisa keuangan berdasarkan feeling dan perkiraan saja. sedangkan seorang pelaku usaha harusnya melakukan financial analysis, yang artinya
analisa keuangan yang dilakukan berdasarkan profit, loss atau impas ( break even ) dengan catatan lengkap meliputi neraca, laporan laba rugi dan pencatatan kas.

Dan dalam pengembangan usaha, seringkali pemilik usaha juga dihadapkan pada kurangnya modal dan mempertimbangkan mengambil pinjaman, dan ternyata sebelum melakukan pinjaman setidaknya ada 3 hal yang harus dipertimbakan terlebih dahulu, yaitu :

  • Hitung kebutuhan pendanaan
  • Tambah 10% dari kalkulasi
  • Pertimbangan alternatif sumber pendanaan

Alternatif sumber pendanaan ini bisa beberapa, diantaranya : Bank, Lembaga Keuangan dan juga P2P Lending ( Pinjaman online ) yang satu sama lain memiliki kelebihan dan kekurangan, dan di sini lah kita harus cerdas, dengan maraknya pinjaman online yang memberi embel-embel kemudahan dan lain – lain namun serupa jebakan yang membuat peminjam kewalahan membayar.

Tentang Pinjaman Online

Pinjaman online sebuah jenis pinjaman yang dapat dicairkan dalam waktu yang relatif lebih cepat dibandingkan pinjaman biasa atau bisa disebut sebagai pinjaman cepat cair.

Siapa yang pernah tergiur dengan pinjaman online ? Apalagi dengan kemudahan yang ditawarkan, nah tapi dengan maraknya penipuan online maka perlu juga nih tau kelebihan dan kekurangan pinjaman online, kira – kira apa aja kelebihan dan kekurangan pinjaman online ? Ini dia :

Kelebihan :
– Proses cepat
– Proses online dapat diakses dari berbagai lokasi
– Persyaratan relatif sederhana dan mudah

Kekurangan :
– Tenor jangka pendek dan biaya administrasi besar
– Bunga pinjaman lebih tinggi dibandingkan bunga di bank
– Jumlah dana pinjaman terbatas

Selain mengetahui dan memahami mengenai pinjaman online dan pengelolaan keuangan usaha, Mbak Prita Ghozie juga memberikan metode pengelolaan keuangan ala Zap Finance, yaitu ZAPFIN.

Z = Zakat
= Assurance / asuransi
P = Preset Consumption / Kebutuhan rutin
= Future Spending / Tabung dulu, Beli kemudian
IN= Investement / investasi
Selesai workshop dari mba Prita, hadir pak teguh sebagai Kepala Bagian Edukasi & perlindungan Konsumen OJK regional Jawa Barat yang menjelaskan tentang fenomena fintech yang kadang malah merugikan konsumen.
Nah semoga yang saya tuliskan ini bermanfaat untuk teman – teman yang membaca ya dan selamat mengelola keuangan dengan financial analysis.

1 thought on “Ibu Berbagi Bijak, Pengelolaan Keuangan Untuk Perempuan Berbisnis

  1. aku baru2 ini memuutuskan ikut investasi jg di p2p lending, sebagai pemodal :). ini passive income sih buatku, lumayan bgt return yg didapat. tp pasti aku jg nyarinya yg udh terdaftar ojk. skr ini aku mainnya di modal rakyat dan investree mba. yang jd peminjamnya juga diseleksi ketat. jd kemungkinan gagal bayar jg kecil :D.

    hrs diakuin kalo gaji naik itu, mostly pengeluaran jg naik yaaa :). aku jg gt kok. tp setidaknya aku pastiin investasiku hrs ttp di angka 10-20 %.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *