Potensi Besar Industri Halal di Era Milenial

peluncuran MEKSI 2019 - 2014

Yasinyasintha.com –  Dunia digital dan era milenial tidak bisa terpisahkan, bak rantai yang saling mengait satu sama lain. Tantangan negara, ekonomi dan bisnis tak lagi sama, banyak hal berubah yang mendorong kita untuk ikut melesat. Tidak ingin berubah? Siap-siap tertinggal dan ditinggalkan, tak buru-buru belajar siap – siap terseret dalam melesatnya arus digital di era milenial.

Peluncuran Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia ( MEKSI ) 2019 – 2024

Jumlah penduduk Muslim di dunia yang mencapai 1,84 miliar orang di tahun 2017 dan akan terus meningkat hingga 27,5 persen dari total populasi di tahun 2013. Peningkatan tersebut akan memiliki dampak pada demand produk dan jasa halal yang terdiri dari makanan halal, pariwisata halal, fesyen muslim, rekreasi dan travel halal, serta farmasi dan kosmetik halal.

Melalui Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS), Presiden Jokowi meluncurkan Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia (MEKSI) tahun 2019 – 2014 yang disusun sebagai peta jalan untuk mengembangkan ekonomi syariah di Indonesia guna mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi.

Bpk Bambang PS Brodjonegoro
Bpk Bambang PS Brodjonegoro

“Dengan resmi diluncurkannya Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia (MEKSI) 2019-2024 oleh Presiden Joko Widodo di Kementerian PPN/Bappenas hari ini, maka kita akan menjawab tantangan sekaligus menyusun peta jalan pengembangan ekonomi syariah di Indonesia guna mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional. Pengembangan ekonomi syariah harus melibatkan berbagai sektor lainnya sebagai suatu integrasi sistem ekonomi berlandaskan syariah agar pertumbuhan yang berlangsung pada sektor keuangan syariah memiliki dampak langsung dan signifikan pada pertumbuhan di sektor riil, yang secara fundamental menjadi fokus utama dalam sistem ekonomi Islam. Untuk itu, saya harap MEKSI 2019-2024 ini dapat dijadikan rujukan bersama dalam mengembangkan ekonomi syariah Indonesia, yang kemudian dapat diturunkan menjadi program kerja implementatif pemerintah,” jelas Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro sekaligus Sekretaris Dewan Pengarah Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) dalam acara Peluncuran Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia 2019-2024 yang dilaksanakan di Ruang Rapat Djuanedi Hadisumarto 1-5, Gedung Saleh Afif, Kementerian PPN/Bappenas.

Setidaknya ada 4 langkah dan strategi utama yang direkomendasikan MEKSI 2019-2024, berikut penjelasannya :

1. Penguatan halal value chain dengan fokus pada sektor yang dinilai potensial dan berdaya saing tinggi.
2. Penguatan sektor keuangan syariah dengan rencana induk yang sudah dituangkan dalam Masterplan Arsitektur Keuangan Syariah Indonesia (MAKSI) sebelumnya dan disempurnakan ke dalam rencana induk sekarang.
3. Penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) sebagai penggerak utama
halal value chain
4. Penguatan di bidang ekonomi digital utamanya perdagangan (e-commerce, market place) dan keuangan (teknologi finansial) sehingga dapat mendorong dan mengakselerasi pencapaian strategi lainnya. 

Bapak Bambang juga berharap agar pemerintah dan semua pihak memiliki semangat yang sama dalam mengimplementasikan rekomendasi strategi kebijakan pengembangan ekonomi syariah di Indonesia untuk mencapai visi yang telah ditetapkan

Bersamaan dengan peluncuran MEKSI 2019-2024, KNKS juga turut menandatangani sejumlah nota kesepahaman dengan berbagai lembaga negara serta pemain pasar yang dapat mendukung pengembangan ekonomi syariah Indonesia, salah satunya adalah pengembangan Marketplace Halal dan Produk Keuangan Syariah Melalui Platform Digital  Marketplace” yang ditandatangani dua Unicorn Indonesia, yaitu Bukalapak dan Tokopedia.

KNKS bersama Bukalapak dan Tokopedia berkomitmen mewujudkan konsep marketplace yang dapat mengakomodasi kebutuhan umat muslim di Indonesia. Pengguna dapat lebih mudah mencari dan mengidentifikasi produk-produk dengan nomor sertifikasi halal.

Tidak hanya soal produk halal yang nantinya bisa didapatkan dari e-commerce, lebih lanjut pengguna nantinya akan lebih mudah melakukan investasi pada instrumen syariah misalnya reksadana syariah. Bukalapak dan Tokopedia diharapkan bisa jadi pemantik agar nantinya lebih banyak pemain e-commerce yang bergabung.

KNKS juga menggandeng Bank Syariah milik BUMN (BSM, BNI Syariah, BRI Syariah, serta BTN-UU Syariah) dengan PT Fintek Karya Nusantara pemilik produk aplikasi pembayaran LinkAja untuk bekerjasama. Agar nantinya ekonomi syariah bukan sesuatu yang langka dan sulit diakses.

Halal Lifestyle di Era Milenial

Berkembangnya gaya hidup halal yang digaungkan oleh banyak pihak, sedikit banyak menjadikan masyarakat kita pun menjadi kritis mengenai halal tidaknya sebuah produk atau jasa yang mereka gunakan. Dan setidaknya ada 5 pengiatan rantai nilai halal yang terdiri dari :

1. Klaster Makanan dan minuman halal
2. Klaster pariwisata halal
3. Klaster fesyen muslim
4. Klaster media dan rekreasi halal
5. Klaster farmasi dan kosmetik halal.

Saat ini produk-produk berlabelkan “Halal” sangat penting bagi masyarakat Indonesia. Menurut hasil studi oleh Center of Reform on Economics Indonesia (CORE) mengatakan bahwa muslim dan registrasi halal mengalami peningkatan pada jumlah konsumen dan daya belanja masyarakat. Banyaknya peminat industri halal di Indonesia menjadi daya tarik tersendiri khususnya di industri kosmetik dan fesyen halal.

Proses halal pada kosmetik memiliki beberapa tahap dan diperlukan izin yang dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) melalui Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-Obatan dan Kosmetika MUI (LPPOMUI) yang sudah bekerjasama dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) milik pemerintah.

Tren kosmetik halal saat ini juga mengalami peningkatan positif. Kementrian perindustrian pada tahun lalu mencatat, industri kosmetik tumbuh sebesar 6,35% dan naik menjadi  7,36% pada kuartal I/2018. Selain tren industri kosmetik halal, potensi industri lainnya ada industri fesyen halal. Pasalnya, industri fesyen halal ini cukup menjanjikan bagi perbankan syariah.

Indonesia Islamis Economy Festival ( IIEEFest ), Kenalkan Industri Halal

Indonesia Islamic Economy Festival ( IIEFest )

Adalah Indonesia Islamic Economy Festival (IIEFest) yang digelar sebelum peluncuran MEKSI 2019-2014 ( tanggal 26 April 2019 ) yang bertujuan untuk memperkenalkan industri halal di Indonesia kepada masyarat, sekalus sebagai bentuk upaya dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjalankan gaya hidup halal.

Rangkaian kegiatan ini terdiri dari Talkshow Industri Digital Halal, Talkshow Pariwisata Halal, Talkshow Islamic Edutainment, Talkshow Muslim Modest Fashion, dan Expo Industri Halal yang diramaikan oleh para pelaku industri, regulator, start-up milenial, UKM dan masyarakat umum. Acara ini diresmikan oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) / Kepala Bappenas dan dihadiri oleh Kementerian dan lembaga terkait lainnya.

Farmasi dan komestik halal sendiri telah dicari dan memiliki pasar yang tinggi, kandungannya yang bebas dari unsur binatang yang diharamkan dan yang
disembelih tidak sesuai dengan tuntunan Islam. Komoditas itu harus diproduksi dan
diproses menggunakan alat yang tidak tercampur oleh zat yang tidak sesuai dengan syariat.

Farmasi dan kosmetik halal merupakan harmonisasi dari syariat Islam, good manufacturing practice (GMP) serta bahan baku halal. Saat ini Indonesia berada di posisi ke-4 sebagai negara dengan konsumsi produk farmasi terbanyak. Sementara pada sektor kosmetik, Indonesia merupakan negara kedua dengan jumlah konsumsi kosmetik terbesar setelah India.

Bicara tentang pemgembangannya, setidaknya ada 5 kunci utama mengembangkan industri kosmetik secara global :
1. Kecantikan yang telah menjadi gaya hidup. Hal ini sejalan dengan meningkatnya
kesadaran gaya hidup sehat untuk merawat diri dengan baik.
2. Aspek kebersihan, kesesuaian dengan etika,
dan kecantikan yang inklusif. Tren yang
sedang berkembang pesat adalah kosmetik natural
 dengan bahan baku organik yang
mendukung keberlanjutan lingkungan sekaligus memenuhi
tujuan sosial.
3. Pengalaman dan pemberdayaan. Pengalaman berfokus pada menaikkan ikatan
emosional dengan konsumen. Salah satunya upaya yaitu pendekatan secara digital dengan ditingkatkannya pemilihan produk, pendidikan, dan pemantauan4. Digital dan teknologi yang digencarkan. Interaksi antara produsen dan konsumen saat ini
gencar dilakukan secara digital.
5. Berkembangnya persepsi premium pada produk kosmetik.

Setelah adanya acara ini juga adanya MEKSI 2019-2024, diharapkan industri halal akan semakin bertumbuh di era milenial guna membangun ekonomi nasional lewat bergeraknya industri halal.

Buat kamu yan ingin mengetahui informasi lebih lanjut mengenai Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS), bisa langsung mengakses melalui sosial media dan website di

Web : https://knks.go/id
Instagram: @KNKS.ID, Twitter: @KNKS_ID, Facebook: Komite Nasional Keuangan Syariah, Youtube: Komite Nasional Keuangan Syariah

2 thoughts on “Potensi Besar Industri Halal di Era Milenial

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *