When My Child Is An Indigo

indigo child

When my child is an indigo, saya merasa saya memiliki seorang teman. Lebih dari seorang anak batita, ketika saya sedih ia akan bilang ” yu mami kaseep ” euum hihi… Ia akan mengajak saya berdiri dan berjalan kebelakang melihat ikan.
Tanpa di minta ia akan memeluk dan mencium, saya yakin bukan hanya anak indigo yang melakukan ini, hampir semua anak akan melakukan hal yang sama bukan ?

When my child is an indigo, saya berusaha memiliki stok sabar lebih banyak, tidak mudah mengerti apa yang ia mau, tidak mudah menahan amarah ketika ia di kuasai rasa ingin tau yang berlebihan atau melakukan sesuatu yang agak aneh hehehhe. Tapi ketika saya berhasil melakukannya, maka saya yakin hatinya akan semakin damai. Ia tak akan menceritakan sesuatu yang tentang rupa buruk yang ia lihat.

When my child is an indigo, ketika iioo sudah mulai bisa bicara, ia mulai menunjuk pada hal – hal yang aneh, maka saya kemudian tak lagi jadi orang yang parno. Aslinya saya ini sangat penakut, sekarang juga masih sih ( eh kumaha haha ) sekarang bagaimana caranya saya mampu memvisualisasikan apa yang io katakan menjadi sesuatu yang baik.
Ia akan menunjuk ” itu siapa ” pada kursi kosong, pada lemari, pada tangga, pada atap. Ia mulai bertanya ” itu lagi apa ? ” pada pohon atau pada gerbang rumah.

When my child is an indigo, saya tidak terlalu khawatir ketika ia sakit atau jatuh. Terutama jika jatuh fisik, ia sembuh lebih cepat dari dugaan. Yang ini mungkin belum bisa saya jelas ceritakan.

2

Anak indigo atau anak nila (bahasa Inggris: Indigo children) adalah istilah yang digunakan untuk mendeskripsikan anak yang diyakini memiliki kemampuan atau sifat yang spesial, tidak biasa, dan bahkan supranatural – Wikipedia 

When my child is an indigo, saya harus siap tengah malam pindah-pindah ruangan hanya karena ia bangun dan bilang — di sini ada tante, disana aja, lalu sejurus kemudian– itu lidahnya panjang, di sana aja — sampai tak jarang berakhir di ruangan tengah saja.

When my child is an indigo, saya harus menitipkan iioo lebih ekstra, karena iioo tidak boleh sampai main sendiri, saya harus menemukan cara penyampaian alasan yang kuat menolak PG kecil oleh 5 dari 6 bundanya di sekolah.

When my child is an indigo, saya akan terkejut karena ia begitu cepat paham dan mengerti saat saya mengutarakan sesuatu sepenuh hati, termasuk instruksi hanya pada saya lah ia boleh bercerita tentang “apa” yang ia lihat.

When my child is an indigo, banyak hal yang kemudian saya simpan sendiri tak saya bagi, tentang patahan – patahan kata ngeri.

When my child is an indigo, saya senang mendapati hasil evaluasinya bagus setara dengan anak 2-3 tahun di atasnya. Tapi di satu sisi saya harus tetap memandang anak saya sebagai anak normal, tidak memaksakan belajar apa-apa sebelum waktunya hanya karena ia di anggap mampu atau memiliki kepintaran di atas rata-rata. Saya ingin dia tetap menjalani segala sesuatu sesuai waktu.

When my child is an indigo, saya sering mendengar iioo tiba-tiba bilang ” kaka jangan main tangga” atau ia bertanya itu tangannya mana, kepalanya mana, atau apapun yang membuat bulu kuduk merinding. Maka kemudian saya mengulang-ulang instruksi ” iioo kalau liat yang gitu bilangnya ke mami aja. Jangan ke bunda, jangan ke temen, ke mami aja ya ” and it’s works ! Seolah iioo memahami dengan betul instruksi tersebut. Sengaja saya bilang demikian, bagaimanapun saya tidak mau iioo di pandang aneh oleh orang lain atau teman-temannya.

When my child is an indigo, Ia akan menolak tidur di kamar yang biasanya di tempati karena katanya ada tante ?
Pernah tak mau tidur karena di langit-langit ada ular besar dan ia mengoceh sendiri layaknya sedang mengobrol, bisa berhenti karena saya mencoba bilang, ular mainnya besok lagi ya, iioo mau bobo. Bisa bayangkan perasaan saya ? ehehhee
Atau kemudian ia bilang ” om permisi iioo mau lewat ” tidak ada siapa – siapa di sana ?

When my child is an indigo, saya akan berdoa lebih lama dari sebelumnya. Agar Allah menjaga langkah kaki dan pandangannya dari hal yang kurang baik, agar ia menjadi anak yang shaleh, agar ia menjadi penyayang dan pembawa kebaikan.
When my child is an indigo, maka saya dengar iioo kecil berdoa ” ya allah ampunilah dosaku, dan dosa kedua orangtua ku dan sayangilah seperti mereka menyayangiku sewaktu kecil ” ia menjiplak doa yang sering ia dengar dari kami. Saya dan papi, mungkin besok lusa akan saya upload video nya. Senang mendengar ia bisa berdoa sepanjang itu.

Well, when you have an indigo child your life is getting more colorful I think. 

When my child is an indigo, saya kemudian menjadi pribadi yang tidak mudah takut. Bagaimanapun saya role model iioo, saat kemudian iioo bertanya kenapa itu tante nya sedih, atau tiba-tiba ia tertawa ala nenek sihir yang entah pernah lihat atau dengar dari mana. Saya yang hanya membayangkannya saja udah agak takut, berusaha memvisualisasikan hal tersebut menjadi sesuatu yang baik.

When my child is an indigo, lalu kemudian saya bertemu dengan mereka yang ternyata indigo juga, beberapa di antaranya akan menghampiri saya sekedar bilang bahwa iioo istimewa, ohh ketahuilah iioo itu istimewa. Indigo atau bukan ia akan selalu jadi yang teristimewa, jadi yang paling berharga.

Cerita ini masih sangat banyak, masih sangat panjang.
See you again in dunia iioo : when my child is an indigo …

My child is my greatest blessing

33 thoughts on “When My Child Is An Indigo

  1. Ak merinding takut baca ketika io melihat hal-hal gaib. Tapi aku langaung menitikan air mata ketika baca io berdoa kepada Allah untuk menyayangi kedua orang tuanya.

    Setiap anak special….

    Mba hebat. Aku nggak tau dan nggak bisa ngebayangin kalau aku di posisi mba.

  2. Hi mb salam kenal, semoga mba tetap kuat y memiliki Iioo yang teramat istimewa 🙂 karena ada beberapa yang saya kenal ia tak sanggup memiliki anak dengan keistimewaan itu hingga akhirnya ia sakit dan berpisah tinggalnya. Semoga Iioo tumbuh seperti harapan mba 🙂

  3. Mbaaa keren banget bisa bersikap cool seperti itu menghadapi “kemampuan” iio, jadi iio juga ga yang jadi penakut gitu. Dulu temen SMA ku ada yg indigo juga, tapi masa kecilnya agak suram(?) karena orangtuanya gatau bagaimana harus menyikapi penglihatan-penglihatan anaknya. Katanya dulu pernah berkali-kali dibawa ke “orang pinter” untuk ditutup, tp karena saking kuatnya kebuka lagi. Makanya dia takutnya kebawa sampai gede.

    Ga jarang juga kalo dia udah gabisa nahan rasa takutnya, dia jadi ngisengin temen-temennya “Eh jangan duduk situ, ada yg lagi duduk. Geseran” atau “Gamau ke wc yg itu ah, banyak darahnya” atau “Muter ajalah, depan situ rame banget”. Pernah juga waktu karyawisata, kalau mandi dia gaberani nutup kamar mandi karena pas di bawah shower ada mba-mba yg nungguin.

    Tapi sekarang dia udah nggak setakut itu sih, udah bisa nerima kalo ga semua yang dia liat itu bisa diliat juga sama orang lain. Kalo ada temen yang diganggu malah dia bisa bantuin buat nenangin yang ganggu wkwk

    Semoga mba bisa lebih kuat lagi ya nemenin iio, semoga iio tumbuh menjadi anak yg pintar & pemberani 😀

  4. You are so strong, Yas.
    Kalau aku…entahlah. Baca ceritamu ini aja aku berkali-kali merinding.
    Semoga Allah selalu melindungi iioo yaa.

  5. dengan membaca ini saya jadi ingin bertemu dengan iioo
    Sehat2 terus ya dek, semoga kau bisa memilah mana yang ‘perlu’ dilihat kelak
    Indigo atau tidak, kau tetap istimewa

  6. Merinding aku bacanya. Another challenge in motherhood!!!!

    Sehat selalu mba Sinta n iioo. Tetap semangat.

  7. Adik pernah merasakan ketakutan yang sangat ketika saya melarang keras untuk tidak main diatas ( lt 2 ) dirumah bapak dulu ketika usinya di bawah 5 thn. Karena beberapa kali terlihat seperti mau loncat kebawah atau duduk anteng di pagernya, ketika ditanya aku cuma diajakin temen, padahal sedang main sendiri. Sampai 2 kali jatuh di tangga ketika saya nasehati supaya hati2 jawabnya aku didorong, padahal terlihat sendiri juga. Nah katanya karena menurut sama ummi, temennya marah dan dia sangat ketakutan sampe menangis histeris ketika pintu rumah utama terbuka sama sekali gak mau keluar rumah, hampir seminggu penuh seperti itu.. Setelah rutin dibacakan al masurat pagi dan sore hari berangsur membaik.

  8. Wow banget ibunya. Kalau sy nggak bisa membayangkan apa sy sanggup mjd ibu spt itu. Sedangkan mendengar suara serigala malam2 sudah membuat sy merinding.
    Thanks for share ya mbak, stay strong ?

  9. iioo oh iioo 🙂

    mada (27 bulan), anakku pernah seperti itu, tapi bukan indigo, karena dia enggak setiap saat nunjuk itu ini

    sebulan yg lalu, saat kami berdua lagi gagoleran di kasur, dia nunjuk2 pintu kamar, dia bilang “itu siapa? “, pertanyaan mada bikin saya tarik napas … dia klo nunjuk sesuatu, pasti disebutin namanya misal cicak, poster binatang, foto kami dll … saya pun berkilah, jawab “itu mamah cicak lagi nyari anaknya”

    mada keukeuh ‘sesuatu yg dia tunjuk’ itu bukan yg saya sebut, trus dia ngomong “itu bapak gondrong kenapa berdiri di situ” … hastagah, aku langsung kebat kebit … tapi aku tetep pasang muka cool “oh, pak gondrong masih kerja, blm pulang”

    mada masih keukeuh, bahwa yg dia liat itu bapaknya … akhirnya saya bilang “oh, kasih dadah aja lah, mada mau bobo, jangan iseng yah”

    begitu mada bobo, yauda saya ambil air wudhu, sholat plus ngaji karena emaknya dag dig dug hehehe

    salut buat dirimu, mak bisa ‘setenang’ itu menghadapi keistimewaan iioo 🙂

  10. Waaah… Baru tahu. Pasti bingung, ya. Tapi apa yang dilakuin Yasinta udah bener. Harus sabar, hati-hati. Ioo istimewa. Gak kebayang saya yang sangat penakut bisa ngadepin anak yang bisa melihat hal-hal tak kasat mata seperti itu. Semangaaaat. 🙂

  11. He’s very special child. Teruslah menjadi ibu yang penuh sabar dan cinta ya mamioo. I’ve been “there” before. 🙂 Salam sayang dan cium buat ioo. :*

  12. as a very special child to another, i must say mbak, anakmu sangat beruntung punya orangtua yang memahami. teruslah menjadi orangtua yang sabar & tanamkan pada dirinya, walaupun tidak semua orang melihat apa yang dia lihat, selalulah berbuat baik. salam kenal dan salam untuk keluarga

  13. Hai Mba, Salam kenal. Entah mengapa saya menangis membaca ini. :’) menjadi istimewa memang perlu perhatian ekstra. bahagia selalu ya untuk io dan keluarga

  14. Masyaallah Mbak Yasintaaaa… Aku ikut merinding bacanya, aduuuh gak kebayang beneran.

    Musa dulu waktu umur 1 tahun suka sekali ketawa kearah sudut kamar, semacam digelitikin, lucu sich, lama-lama ngeri juga. Suka juga menjerit-jerit nangis gak berhenti waktu mau dua tahun. Semenjak di Surabaya udah gak gitu lagi.

    Semangat yaa Mama Yasinta, Mas Iio insyaallah menjadi anak yg sholeh.

    1. Aamiin mbak, mba Dira juga ya semangat selalu untuk Musa.
      Setiap anak memang istimewa, mari berjuang !!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *