Review Buku : Negeri Para Bedebah – Tere Liye

Review Buku : Negeri Para Bedebah

” Bedebah banget nih buku ”

Eh saya ga marah kok ini, saya sedang takjub. Perasaan ini terkaing-kaing setelah membaca karya Tere Liye lagi ( baca juga review novel pulang )
Negeri Para Bedebah, sukses membuat saya kepikiran hingga berhari-hari, pikiran terbuka bahwasanya hidup ini luas ( dan kejam ) banyak hal baru yang kemudian saya tau, entah itu fiksi atau beneran ada. Yang jelas saya merasa berada disana. Sebuah karya yang sukses ya berarti.

Judul : Negeri Para Bedebah
Jumlah Halaman : 433 halaman

Negeri Para Bedebah

Saya baca buku ini sekitar 1 bulan yang lalu, tapi masih merasa tergugah dengan isinya, menyenggol mengenai perbankan dan banyak hal termasuk intrik dalam dunia bisnis. Benar sekali, saat kita terjun ke dunia bisnis kita hampir tidak mempercayai siapapun kecuali diri kita sendiri dan orang terpilih.
Menceritakan tentang Thomas dalam menyelamatkan keluarganya ( paman nya Om Liem ) yang merupakan seorang pebisnis dalam bidang perbankan. Thomas hanya memiliki waktu sedikit saja untuk mempertahankan Bank Semesta.
Waktu yang kurang dari 3 hari ini dikupas tuntas secara detail sehingga bisa menceritakan banyak kejadian. Mulai dari pelarian hingga adu jotos.

Yang pada akhirnya, diketahui jika om Liem ini di khianati teman dekatnya sendiri. Sosok opa di negeri para bedebah ini sebegitu bijak dalam bertindak. Juga tentang pertemanan yang bisa jadi penyelamat dan penolong. Juga tentang teman atau keluarga dekat yang menikung sana sini agar keinginannya tercapai.
Intrik yang tersirat disini, dijabarkan secara lugas. Sehingga saya mengerti ternyata hal ini bisa begini begitu, membuka kacamata saya kepada visi yang lebih lebar sebagai pembaca yang juga tengah berjibaku dalam bisnis.

Sukses sekali Tere Liye membuat saya berdecak, cerdas sekali bisa bikin fiksi macam bedebah ini. Ga kebayang deh isi otaknya kaya gimana.
Honestly, rada mirip sih sama novel nya yang PULANG. Ada keluarga, teman, negara dan ekonomi sosial yang berusaha dituliskan secara mendalam.
Negeri para bedebah, sukses membuat saya kepikiran benarkah hal tersebut terjadi, kalau terjadi pada saya, bisa kah saya seperti Thomas ? Sukses ini juga diakui papi, karena selama seharian saya bisa nyeritain tentang kerennya novel ini.

Novel Fiksi Bagi Saya.

Membaca adalah me time saya. Me time yang bisa saya selipkan dalam niat ingin tidak tidur *ahahhaa
Saya punya target, minimal sebulan 1 buku tebal saya baca. Tidak harus fiksi, tapi saya kadung jatuh cinta sama fiksi.
Novel fiksi bagi saya : Membuka cerita baru, bisa membuat saya paham ada hal yang bisa saya rasakan dengan membaca dan imaji yang mengembara, juga bisa membuat saya membuka mata mengenai hal baru. Misal dalam novel Pulang dan Negeri Para Bedebah ini, saya jadi agak paham mengenai bagaimana beberapa orang bisa saja menjadi buta karena ingin berkuasa. Saya menyelesaikan buku ini hanya dalam sehari aja, kenyang deh langsung.

Nah yang belum pernah baca novel ini, wajib baca deh baru akan mengerti yang saya rasakan *ahahhaa lebay dikit :p
Dan saya ga sabar ingin membaca novel lainnya ” Negeri Di Ujung Tanduk ” mungkin.

Salam Hangat,

Yasinta Astuti

4 thoughts on “Review Buku : Negeri Para Bedebah – Tere Liye

  1. Asli jadi pengen baca. Nama tokohnya Om Liem? Mengingatkan pada Om Liem Suryadjaya ya. Apa memang Tere Liye memang hobi menyelipkan nama-nama populer dalam novelnya? Seperti di Rindu ada tokoh bernama Anna dan Elsa, serta Kapten Philips. Anyway, I love Tere Liye’s Novels.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *