Rumah, Muara Semua Rasa

outdoor, saung rumah

Rumah, Sejauh apapun takdir membawa kita berpetualang, tetap saja pada akhirnya yang kita inginkan adalah pulang.

Rumah lebih dari sekedar dimana ( seringnya ) kita tidur, tempat dimana kita bangun. Rumah adalah muara, segala rasa dan peristiwa. Ketika sejenak saya duduk di salah satu sudut rumah, kemudian menerawang jauh mengingat. Fyuuuh, begitu banyak peristiwa disini, dirumah. Yang didalamnya banyak juga perasaan larut disana.

Tentang Saya dan Rumah
Seperti hal nya takdir, rumah yang saya tinggali sekarang, yang suasana tenang karena berada didaerah atas, ya disini tenang sekali, sampai yang dagang aja susah hehe…
Untuk ukurannya saya bersyukur rumah yang saya tinggali ini cukup luas sehingga saya bisa menemukan banyak ruang untuk bermuara dalam segala peristiwa, sedih, senang, duka, kecewa juga bahagia. Juga untuk berprakarya, berkata hai pada dunia, dunia saya sendiri.
Rumah adalah tempat dimana saya bisa jadi apapun, jadi diri sendiri, melakukan apa yang saya mau, tidak takut gagal, tempat saya kembali menjadi Ibu dan istri, dan tak jarang menikmati sensasi malas, menikmati semua situasi.

Tentang bagian rumah, saya cinta setiap sudutnya. Setiap inchi dari rumah memiliki cerita, bagai puzzle yang tersusun kemudian menjadi sebuah kisah lengkap berisi semua rasa. Disetiap bagiannya, ada cinta saya, papi dan tentu saja io. Saya membuat rumah senyaman mungkin, itu harus karena disinilah tempat kami semua bertumbuh, beristirahat.
Setidaknya ada beberapa tempat dirumah yang menjadi favorit saya, dimana ketika saya disana saya merasa pulang, tenang dan bahagia.

diy decoration, home decor
Disinilah saya jika ingin kembali pada dunia saya, dunia berprakarya, menjahit, menulis

( Terkadang ) saya suka menyendiri. Ruangan ini berada dibagian belakang rumah. Saya duduk disini bisa untuk menulis, ngeblog, menjahit, membuat sesuatu. Diruangan ini semuanya adalah hasil prakarya, hahha macam anak – anak ya. Sambil menunggu mesin cuci berbunyi saya bisa mewarnai, sambil menunggu io pulang saya bisa banyak menulis, atau menjahit dan recycle barang-barang bekas. Begitulah I have my own world, ketika papi memanggil saya dan saya tidak nyahut, atau saya sedang dalam kesedihan atau masalah, dia tau dimana akan menemukan saya. Btw itu kursi io, io pun sabtu minggu sering disini, menggambar atau bermain apa saja. Saya suka disini, tidak luas tapi ini memberi banyak sekali ruang bagi saya.

outdoor, saung rumah
Disini saat pagi siang sore malam. Mendengar suara air, melihat ikan, ide datang tak karuan.

Satu lagi, dibelakang rumah. Ada sebuah saung diatas balong, tempat io berteriak tentang ikan, laba-laba, kupu-kupu atau burung. Saya sering disini, ngeblog atau membereskan pekerjaan seperti editing atau apapun. Saya bisa berlama-lama disini entah itu sendiri atau bersama papi dan io. Saya suka disini, melihat ikan berenang-renang, dan satu lagi ngasih makan ikan yang kemudian menjadi hal mendalam bagi saya, ketika saya memberi makan ikan saya merasa dibutuhkan. Hahha ini fix baper banget deh kayanya saya.
Suer, sekedar duduk disini. Tempat saya bertemu ide dan inspirasi, tempat yang juga favorit beberapa teman saya saat berkunjung menemui kami.

Well, menulis tentang rumah saya selalu merasa gimanaaaa gitu..
Saya pernah kehilangan rumah dengan isinya dulu, dan mendapati rumah ini bersama keluarga kecil membuat perasaan rumpah ruah, begitu banyak perasaan tentang rumah. Rumah bukan hanya sebuah bangunan, sebuah tempat pulang atau tempat tujuan. Bagi saya rumah adalah dimana segala rasa berada, dimana kasih sayang tercipta, membuncah dan mengalir didalamnya. Rumah adalah muara, semua rasa.

Tulisan ini diikutsertakan dalam giveaway dari Madam Vivera

26 thoughts on “Rumah, Muara Semua Rasa

  1. Teringat sama saung yang ada di rumah alm papaku dulu mba, di bawahnya kolam ikan gurami. Buat duduk-duduk enak banget sambil nikmati angin sepoi-sepoi. Hehehe :D.

  2. Huaaa… Rumahnya luas benget.

    Saya suka rumah dengan halaman yang luas. Bisa berkebun dan menanam apapun di sana. Apalagi ditambah dengan kolam ikannya. Berasa menyatu sekali dengan alam.

    Sukses untuk lombanya, ya, Mbak ^^

    BTW, mesin jahitnya cantik ^^

    1. Hihi iah rumah io mak Hana
      Lumayan PR bersiin nya sih hihi apalagi kebun..
      Mesin jahit Brother mak, kece banget emang

  3. Sudut berkarya-nya kece banget. Banyak aktivitas dilakukan di satu tempat paling nyaman, itu cukup banget ya mbak… Pengen juga nih, punya sewing corner seperti itu.

  4. kalo inget rumah, aku slalu inget rumah yg di aceh… nth kenapa rumah yg di jkt ini ga bisa aku anggab bener2 sebagai rumah.. mungkin hanya utk sekedar tinggal.. tp ttp aja ga ngerasa sebetah pas tinggal di aceh πŸ™ .. bisa jd suasana jakarta yg hiruk pikuk yg bikin aku ga ngerasa tenang gitu ya mbak.. itu kenapa aku lbh srg ngabisin waktu di luar, kantor ato traveling lama2..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *